Begini Alur Lengkap Layanan Rehabilitasi Narkotika di BNNP Sulsel
- 07 Mei 2026 19:24 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - BNNP Sulawesi Selatan memiliki alur layanan rehabilitasi yang terstruktur mulai dari registrasi hingga penentuan jenis perawatan bagi setiap klien. Proses ini dirancang menyerupai sistem pelayanan kesehatan umum agar mudah dipahami masyarakat.
Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Sulsel, Arfina Rachman, SKM, menjelaskan tahap pertama yang harus dilalui klien adalah registrasi dengan membawa KTP dan kartu keluarga, serta wajib didampingi anggota keluarga dalam acara Sanksi, RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 6 Mei 2026. Untuk klien anak-anak yang belum memiliki KTP, identitas penanggung jawab dari keluarga tetap harus disertakan.
Setelah registrasi, klien menjalani screening risiko untuk menentukan apakah kondisinya masuk kategori ringan, sedang, atau berat. Klien kemudian mengisi informed consent, mendapat penjelasan tata tertib, dan menjalani orientasi layanan sebelum masuk tahap berikutnya.
"Sama seperti pasien yang datang ke rumah sakit atau puskesmas, terlebih dahulu diperiksa oleh dokter untuk mengetahui terapi medis apa yang perlu diberikan," ujar Arfina Rachman dalam acara Sanksi, RRI Pro 1 Makassar, Rabu, 6 Mei 2026.
Tahap selanjutnya adalah asesmen awal menggunakan instrumen Assessment Severity Index (ASI). Instrumen ini mencakup enam aspek sekaligus yakni status medis, status penggunaan narkotika, status hukum, kondisi pekerjaan, kondisi keluarga, dan status psikiatri klien.
Hasil asesmen kemudian dibahas dalam case conference bersama dokter dan psikolog untuk menetapkan rencana terapi paling tepat. Setiap klien tanpa terkecuali menjalani proses case conference sebelum rencana perawatan resmi ditetapkan.
Berdasarkan hasil asesmen dan case conference, klien diarahkan ke rawat jalan yang dilayani langsung di klinik BNNP Sulsel. Jika tingkat keparahannya membutuhkan rawat inap, klien dirujuk ke Balai Rehabilitasi BNN Badoka atau ke layanan psikiatri apabila memerlukan penanganan kejiwaan lebih lanjut. "Setelah kita lakukan asesmen, kita selalu lakukan case conference untuk menentukan rencana rawatannya ke depan seperti apa," kata Arfina Rachman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....