Penyebab dan Langkah Atasi Penyakit Encok

  • 07 Mei 2026 07:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Encok atau dalam istilah medis disebut asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang cukup umum dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri yang tiba-tiba, bengkak, kemerahan, dan rasa panas pada sendi, paling sering terjadi di jempol kaki, lutut, pergelangan kaki, atau siku. Serangan encok biasanya terjadi secara mendadak, seringkali pada malam hari, dan rasa sakitnya bisa sangat hebat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup penderitanya.

Dikutip dari laman alodokter.com. Penyebab utama encok adalah tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat sendiri merupakan zat alami yang terbentuk saat tubuh memecah senyawa yang disebut purin. Purin ditemukan secara alami di dalam tubuh dan juga terdapat dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Biasanya, asam urat akan larut dalam darah dan dibuang oleh ginjal melalui urin. Namun, jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan cukup baik, maka kadar asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal tajam seperti jarum di dalam dan sekitar sendi, yang kemudian memicu peradangan dan rasa nyeri.


Faktor pola makan menjadi salah satu penyebab utama tingginya kadar asam urat. Mengonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena encok. Contoh makanan tersebut antara lain jeroan seperti hati, ginjal, dan usus, daging merah, makanan laut tertentu seperti kerang, ikan sarden, dan teri, serta minuman beralkohol terutama bir. Selain itu, minuman manis yang mengandung sirup jagung dengan kadar fruktosa tinggi juga diketahui dapat meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh.

Selain pola makan, ada beberapa faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya encok. Faktor genetik berperan penting, di mana seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena encok jika ada anggota keluarga yang juga mengalami kondisi serupa. Usia dan jenis kelamin juga berpengaruh, di mana pria berusia di atas 30 tahun lebih sering terkena encok dibandingkan wanita, meskipun risiko pada wanita akan meningkat setelah memasuki masa menopause. Selain itu, kondisi kesehatan lain seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan fungsi ginjal juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya encok.

Untuk mengatasi encok dan mencegah serangan berulang, langkah pertama yang paling utama adalah mengatur pola makan dengan baik. Kurangi atau hindari makanan yang mengandung purin tinggi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sebagai gantinya, perbanyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang rendah purin seperti susu rendah lemak atau telur. Selain itu, batasi konsumsi minuman manis dan beralkohol, serta pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dengan minum air putih minimal 8 gelas sehari agar ginjal dapat bekerja optimal dalam membuang kelebihan asam urat.

Menjaga berat badan tetap ideal juga merupakan cara efektif untuk mengatasi dan mencegah encok. Berat badan berlebih membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam urat sekaligus membuat ginjal lebih sulit membuangnya. Menurunkan berat badan secara bertahap dan sehat dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah secara signifikan. Selain itu, rutin berolahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda juga sangat dianjurkan karena dapat meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kesehatan sendi, dan membantu mengontrol berat badan.

Jika perubahan gaya hidup belum cukup untuk mengontrol gejala, penanganan medis mungkin diperlukan. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan untuk meredakan nyeri dan peradangan saat serangan terjadi, serta obat untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dalam jangka panjang agar tidak terbentuk kristal baru. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun dan mengikuti anjuran pengobatan dengan disiplin. Dengan kombinasi antara pola hidup sehat dan penanganan medis yang tepat, encok dapat dikelola dengan baik sehingga penderitanya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan terhindar dari komplikasi yang lebih serius.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....