Resiko Membersihkan Rongga Hidung dengan Jari Tangan
- 04 Mei 2026 19:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Kebiasaan membersihkan hidung dengan jari adalah perilaku yang umum terjadi pada berbagai kelompok usia. Secara estetika, tindakan ini sering dianggap tidak sopan karena dilakukan di ruang publik dan berkaitan dengan norma kebersihan sosial.
Aktivitas ini dipandang sebagai perilaku privat yang sebaiknya tidak ditampilkan, karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang lain. Persepsi yang terbentuk bukan hanya karena visualnya, tetapi juga karena asosiasinya dengan kebersihan diri dan etika sosial yang berlaku.
Jika dilihat lebih dekat, hidung secara alami menghasilkan lendir yang berfungsi menangkap debu, bakteri, dan partikel asing dari udara. Ketika lendir mengering, terbentuklah kerak yang sering memicu refleks untuk mengupil. Secara estetika, tindakan ini menjadi sensitif karena melibatkan bagian tubuh yang dianggap “kotor” dalam persepsi umum, meskipun secara biologis justru berperan sebagai sistem pertahanan tubuh. Menunjukkan adanya perbedaan antara fungsi biologis dan penilaian sosial yang berkembang di masyarakat.
Rutin membersihkan rongga hidung atau mengupil sebenarnya tidak akan beresiko kesehatan jika dilakukan dengan cara yang benar dan dalam kondisi tertentu, misalnya untuk menghilangkan sumbatan ringan pada hidung. Berisiko jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang tidak higienis. Melansir pubmed.ncbi jari tangan yang tidak bersih dapat membawa mikroorganisme masuk ke dalam rongga hidung, yang berpotensi menyebabkan infeksi lokal seperti iritasi atau peradangan pada lapisan mukosa hidung. Sejalan dengan kajian klinis bahwa rongga hidung merupakan area sensitif dengan jaringan pembuluh darah yang mudah terluka.
Selain risiko infeksi, kebiasaan mengupil juga dapat menyebabkan luka kecil pada dinding dalam hidung. Luka ini bisa memicu mimisan atau epistaksis, terutama jika dilakukan secara agresif. Trauma berulang pada mukosa hidung dapat memperbesar risiko iritasi kronis, kebiasaan yang dikaitkan dengan penyebaran bakteri seperti Staphylococcus aureus di rongga hidung, yang bisa berdampak lebih luas pada kesehatan.
Kebiasaan mengupil berkaitan dengan faktor perilaku dan kebiasaan yang terbentuk sejak kecil. Tindakan sebagai bentuk respons otomatis terhadap rasa tidak nyaman atau bahkan kebiasaan kompulsif ringan.
Menjaga kebersihan hidung dengan cara yang higienis, seperti menggunakan larutan saline atau membersihkan hidung secara lembut dan dengan menjaga kelembapan rongga hidung dapat mengurangi keinginan untuk mengupil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....