Insentif Rendah hingga Bekerja di Luar Tugas Utama Jadi Tantangan Para Bidan

  • 04 Mei 2026 14:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Peringatan Hari Bidan Internasional yakni 5 Mei menjadi momen untuk menyoroti kontribusi besar sekaligus ironi perjuangan para bidan di Indonesia termasuk di Makassar. Di zaman yang semakin modern ini, tantangan bidan sangat kompleks mulai dari rendahnya insentif bidan honorer hingga kerap diperbantukan di luar tugas utama (multitasking).

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Makassar, Emilia Harnani mengatakan kinerja para bidan sangat luar biasa. "Mereka bekerja dari faskes dasar sampai faskes tingkat lanjutan, memang luar biasa aktivitasnya,"kata Emilia, Senin, 4 Mei 2026.

Bahkan, lanjut Emilia, kerap terdapat bidan yang harus merangkap atau bekerja di luar tugas utama. "Terkadang juga mereka bertugas di luar kompetensi mereka karena banyaknya tuntutan pekerjaan, terkadang sudah bukan lagi tupoksinya tapi mereka diperbantukan, kadang juga bukan tupoksinya tetapi mereka merangkap,"ungkapnya

Sementara, Emilia menuturkan di Kota Makassar ini, masih banyak hal-hal yang perlu dituntaskan berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak misalnya menurunkan angka stunting hingga menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Di sisi lain, Emilia juga berharap pada momentum Hari Bidan Sedunia ini, kesejahteraan para bidan bisa diperhatikan khususnya mereka yang masih berstatus magang atau honorer. "Terkadang ada juga yang punya tuntutan pekerjaan banyak tapi insentifnya tidak sesuai. Mereka sudah kerja pagi, siang, malam, terus lanjut lagi sampai malam tapi insentifnya masih sangat kurang,"bebernya.

Emilia mejelaskan banyaknya tantangan yang dihadapi saat ini juga mempengaruhi kinerja para bidan khususnya dalam menangani kesehatan ibu dan anak. "Memang mempengaruhi karena satu sisi kita tidak bisa mempersalahkan institusi tempat mereka bekerja karena di sisi lain, mereka butuh pekerjaan terutama mereka yang belum berstatus ASN seperti anak magang, honorer bahkan yang ASN saja kadang karena tuntutan program banyak pekerjaan yang dilakukan di faskesnya maka harus berbagi dengan tim nya,"jelasnya.

Emilia menuturkan bidan salah satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang multitalent. Ibu dan anak adalah kelompok sasaran yang harus ekstra diperhatikan sehingga membutuhkan SDM yang berkualitas, artinya SDM bisa melihat secara dini adanya kemungkinan yang terjadi pada ibu dan anak tersebut. "Misalnya ketika ibu dalam kondisi hamil atau bagaimana mencegah mereka stunting karena stunting ini bukan nanti terjadi baru diketahui tapi sebenarnya jauh hari sebelum terjadi sehingga diprediksi dari awal dan itu hanya bisa dilakukan oleh bidan profesional, kalau bukan yang profesional mungkin meraka hanya melihat dari kulit kulitnya saja,"tutur Emilia.

Kendati banyak tantangan yang dihadapi, Emilia tetap mengingatkan seluruh bidan di Makassar agar selalu memprioritaskan tugas utama yakni memastikan kesehatan ibu dan anak."Tapi saya selalu ingatkan bahwa tetap harus profesional tetap harus mengutamakan tugas utamanya sebagai bidan sebagai garda terdepan dalam mengawal kesehatan ibu dan anak,"pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....