Waspadai Heat Stroke dan Dehidrasi, Ancaman Terbesar Jemaah Haji di Tanah Suci

  • 04 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Dehidrasi dan heat stroke menjadi ancaman kesehatan paling serius bagi jemaah haji, terutama lansia, akibat suhu ekstrem di Arab Saudi yang dapat mencapai 40 derajat Celsius. Jemaah yang kurang minum dan terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan berisiko mengalami pingsan hingga penurunan kesadaran.

Dokter muda Andi Rezki Nabila Syahrani, S.Ked, dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, menjelaskan bahwa gejala awal dehidrasi yang perlu diwaspadai meliputi pusing, mual, dan kebingungan saat diajak bicara. Kondisi ini menandakan bahwa suplai darah ke otak sudah mulai berkurang.

"Kalau misalnya ada temannya yang kayak gitu, bingung-bingung, itu sudah mulai tanda dehidrasi," kata Nabila dalam Dialog Kiprah Sulsel di RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 2 Mei 2026.

Nabila menerangkan bahwa pada jemaah dengan penyakit kronis, dehidrasi dapat memicu komplikasi serius. Penderita diabetes yang dehidrasi berisiko mengalami hipoglikemia atau penurunan gula darah secara tiba-tiba, sementara penderita hipertensi dan penyakit jantung berisiko terkena stroke.

Jika menemukan jemaah dengan gejala dehidrasi, langkah pertama adalah segera membawa ke tempat yang teduh dan sejuk. Jemaah kemudian perlu diberi minuman manis untuk membantu memulihkan kadar gula darah dan mengganti cairan yang hilang.

Untuk pencegahan, jemaah dianjurkan selalu membawa botol air minum pribadi dan tidak berbagi botol dengan orang lain guna menghindari penularan penyakit infeksi. Penggunaan topi bertepi lebar juga direkomendasikan untuk melindungi kepala dari paparan langsung sinar matahari.

Nabila menekankan bahwa jemaah yang sudah merasakan gejala berat seperti nyeri dada, sesak napas, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun harus segera mencari tenaga kesehatan tanpa menunda-nunda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....