Potensi Lawi-Lawi, Komoditas Laut Bernilai Gizi Tinggi
- 02 Mei 2026 17:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Lawi-lawi atau yang dikenal sebagai anggur laut merupakan salah satu komoditas rumput laut yang memiliki nilai gizi tinggi sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat pesisir Indonesia. Jenis alga hijau dari kelompok Chlorophyta ini memiliki bentuk unik menyerupai butiran anggur kecil yang berderet pada tangkainya, sehingga mudah dikenali dan diminati sebagai bahan pangan segar.
Secara ilmiah, lawi-lawi dikenal dengan nama Caulerpa lentillifera dan Caulerpa racemosa. Tanaman laut ini tumbuh optimal di perairan tropis yang jernih, baik di dasar berpasir maupun di area berkarang yang kaya nutrisi. Kondisi lingkungan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah potensial untuk pengembangan budidaya lawi-lawi secara berkelanjutan.
Selain dikenal sebagai bahan pangan, dikutip dari Science Direct, lawi-lawi juga memiliki kandungan gizi yang melimpah. Rumput laut ini kaya akan antioksidan, serat, serta vitamin A, C, dan E. Tidak hanya itu, lawi-lawi juga mengandung mineral penting seperti kalsium, zat besi, dan yodium yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Manfaat konsumsi lawi-lawi pun cukup beragam. Selain membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem pencernaan, kandungan nutrisinya juga berkontribusi pada kesehatan kulit. Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam lawi-lawi memiliki potensi sebagai antioksidan kuat yang dapat membantu menangkal radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.
Dalam pengembangannya, lawi-lawi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tetapi juga mulai digunakan dalam industri kecantikan. Penelitian yang dimuat dalam Cendekia Journal of Pharmacy (2024) mengungkapkan bahwa Caulerpa racemosa dari Jepara dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk clay mask. Kandungan antioksidannya dinilai mampu membantu meremajakan kulit dan melindungi dari efek buruk radikal bebas.
Dari sisi ekonomi, lawi-lawi juga memiliki potensi pasar internasional yang besar. Data DPM-PTSP Sulawesi Selatan mencatat bahwa Jepang masih menjadi pasar utama untuk komoditas ini. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, saat ini tengah dikembangkan teknologi purifikasi dan dehidrasi agar lawi-lawi memiliki daya simpan lebih lama untuk kebutuhan ekspor ke negara seperti Korea Selatan dan kawasan Eropa.
Di tingkat lokal, lawi-lawi telah lama menjadi bagian dari kuliner khas masyarakat pesisir. Di Sulawesi Selatan, misalnya, lawi-lawi kerap disajikan sebagai lalapan segar pendamping ikan bakar. Sementara di daerah lain, rumput laut ini diolah menjadi berbagai hidangan seperti urap atau salad dengan cita rasa segar dan khas.
Dengan potensi gizi yang tinggi serta peluang pasar yang terus berkembang, lawi-lawi menjadi salah satu komoditas laut yang menjanjikan. Pengelolaan budidaya yang optimal dan penguatan akses pasar diharapkan mampu menjadikan lawi-lawi sebagai produk unggulan Indonesia yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....