Ikan Sapu-Sapu Layak Konsumsi atau Perlu Diwaspadai?

  • 25 Apr 2026 19:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Program Kiprah Sulsel PRO1 RRI Makassar edisi Sabtu, 25 April 2026 mengangkat topik menarik sekaligus cukup kontroversial, yakni tentang kelayakan konsumsi ikan sapu-sapu. Dipandu oleh Arfan Yusri, dialog ini menghadirkan narasumber Andi Yusnita Latifa yang memberikan penjelasan komprehensif dari sudut pandang kesehatan masyarakat.

Dalam pembukaannya, Andi Yusnita menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu atau ikan pembersih kerap hidup di perairan keruh dan tercemar. “Ikan ini mampu bertahan di lingkungan dengan kualitas air rendah, sehingga perlu kehati-hatian sebelum dikonsumsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari sisi kandungan gizi, hasil penelitan ikan sapu-sapu tetap memiliki protein hewani yang cukup tinggi serta mineral seperti kalsium dan fosfor. “Artinya, secara nutrisi dasar, ikan ini sebenarnya tetap memiliki manfaat bagi tubuh jika dilihat dari kandungan proteinnya,” jelasnya.

Namun demikian, perhatian utama justru terletak pada potensi akumulasi logam berat dalam tubuh ikan tersebut. “Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tercemar berisiko mengandung logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd) yang bisa terakumulasi dalam jaringan tubuhnya,” ungkapnya.

Menurutnya, logam berat tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. “Paparan logam berat bisa memicu gangguan pada sistem saraf, ginjal, hingga hati, tergantung jenis dan jumlah yang masuk ke dalam tubuh,” terang Andi Yusnita.

Ia menegaskan bahwa keamanan konsumsi sangat bergantung pada asal habitat ikan. “Jika ikan sapu-sapu berasal dari perairan yang bersih dan tidak tercemar limbah, maka risiko kandungan logam berat bisa diminimalkan,” katanya.

Lebih jauh, ia menjelaskan dampak kesehatan yang bisa muncul secara bertahap dan sering kali tidak langsung disadari. “Akumulasi logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan kronis, penurunan fungsi kognitif, gangguan perkembangan pada anak, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif jika dikonsumsi terus-menerus,” jelasnya.

Menutup dialog, ia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih bahan pangan. “Penting untuk mengetahui asal-usul ikan yang dikonsumsi. Jangan sampai kandungan logam berat yang tidak terlihat justru membahayakan kesehatan kita,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....