Campak kembali, IDI Makassar: Masih Ada Skeptis Vaksin
- 13 Apr 2026 19:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena munculnya kembali penyakit campak di Sulawesi Selatan menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan akibat masih adanya resistensi di masyarakat. Ketua IDI Makassar, dr. Ihsan, menyoroti adanya kelompok tertentu yang masih meragukan efektivitas dan keamanan vaksin.
Kondisi KLB ini dipicu oleh adanya sebagian kecil masyarakat yang sengaja tidak mewajibkan diri serta anak-anak mereka untuk menerima imunisasi dasar. Dampaknya, muncul titik-titik rawan yang menjadi sumber persebaran virus ke wilayah lain yang lebih luas.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada gerakan segelintir oknum masyarakat yang menggerakkan program anti-vaksin. Hal ini menjadi tantangan besar bagi tenaga medis untuk menjelaskan kembali betapa pentingnya imunisasi dasar," ungkap dr. Ihsan diwawancara RRI, Senin sore 13 April 2026
Penurunan imunitas kolektif pasca-COVID juga disebut sebagai celah masuknya kembali penyakit yang sebelumnya sudah terkendali ini. Gaya hidup modern dan kekhawatiran berlebih terhadap komplikasi vaksin menjadi hambatan psikologis bagi para orang tua.
| Baca juga: Gigi Tiruan Bantu Kembalikan Fungsi Mulut |
"Penting bagi kita untuk menyadari bahwa imunisasi adalah demi kebaikan bersama dan perlindungan bagi orang-orang di sekitar kita. Begitu ada titik tertentu yang tidak terimunisasi, justru dari situlah sumber wabah yang bisa menyebar kembali," tegasnya.
Selain edukasi, IDI Makassar mendorong upaya "blokade" melalui peningkatan sistem imun secara masif guna memutus rantai penularan. Kesadaran mandiri dari masyarakat dianggap jauh lebih efektif dibandingkan melakukan isolasi wilayah secara total.
"Imunisasi bukan lagi hal yang harus diperdebatkan manfaatnya secara medis di tengah situasi darurat seperti sekarang. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama agar status KLB ini tidak semakin meluas ke daerah lain," pungkas dr. Ihsan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....