Berbagai Hal yang Dapat Menyebabkan Luka Lama Sembuh
- 13 Apr 2026 17:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Luka yang tak kunjung sembuh lebih dari 8 minggu bisa dikatakan sebagai luka lama sembuh. Kondisi ini juga bisa disebut sebagai luka kronis dan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi hingga kekurangan nutrisi.
Waktu yang dibutuhkan luka untuk sembuh tergantung pada seberapa besar dan dalam luka itu sendiri. Luka terbuka cenderung membutuhkan waktu lebih lama daripada luka tertutup.
Namun, luka yang besar dan dalam juga bisa sembuh dengan cepat, apabila mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat. Dikutip dari lama Alodokter sebenarnya, luka pada tubuh manusia bisa sembuh dengan sendirinya.
Akan tetapi, bila dalam waktu 6–8 minggu luka kamu tak kunjung sembuh, berarti terdapat penyebab tertentu yang perlu ditangani langsung oleh dokter. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa membuat luka membutuhkan waktu lama untuk sembuh:
1. Gangguan aliran darah atau oksigen
Luka lama sembuh dapat disebabkan oleh aliran darah dan suplai oksigen yang buruk. Saat sirkulasi darah dan suplai oksigen tidak lancar, proses penyembuhan luka pun akan terganggu.
Kondisi yang menyebabkan aliran darah tidak lancar umumnya adalah penyakit pada pembuluh darah, seperti vaskulitis, aneurisma, dan penyakit arteri perifer.
2. Infeksi
Infeksi pada luka juga menyebabkan luka lama sembuh. Infeksi lebih sering terjadi bila luka tidak dirawat dengan benar. Saat luka mengalami infeksi, tubuh akan lebih banyak berupaya melawan infeksi dibandingkan menyembuhkan luka tersebut. Kondisi ini tentu dapat menghambat penyembuhan luka.
3. Diabetes
Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh (immunocompromised) sehingga mempermudah terjadinya infeksi pada luka. Selain itu, hal lain yang juga menyebabkan luka sulit sembuh pada penderita penyakit gula adalah gangguan peredaran darah dan kerusakan saraf atau neuropati.
4. Usia lanjut
Penyembuhan luka pada lanjut usia cenderung berjalan lebih lambat karena faktor penuaan. Beberapa faktor lain juga berkontribusi terhadap lamanya penyembuhan luka pada lansia, seperti asupan gizi yang diterima, penyakit yang diderita, hingga kondisi kesehatan dan kebersihan kulit.
5. Malnutrisi
Beberapa jenis nutrisi dapat memengaruhi proses penyembuhan luka, terutama protein yang berfungsi untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan tubuh seperti yang terdapat dalam ikan gabus. Selain itu, kalsium, zat besi, dan vitamin K, juga diperlukan untuk membantu penyembuhan luka. Apabila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi atau malnutrisi, proses penyembuhan luka dapat lebih lama daripada biasanya.
6. Efek kemoterapi
Ada beberapa efek kemoterapi yang dapat dirasakan, seperti kelelahan, rambut rontok, mual dan muntah, serta perdarahan dan memar. Pasalnya, kemoterapi dapat menurunkan fungsi trombosit yang membantu proses pembekuan darah sehingga saat kamu mengalami luka, lukanya akan lebih lama sembuh.
Oleh karena itu, orang yang menjalani kemoterapi perlu menghindari hal yang dapat memicu luka, seperti olahraga ekstrem serta penggunaan benang gigi dan alat cukur rambut.
Sebagai penutup, mengenali penyebab luka lama sembuh adalah langkah awal untuk melakukan tindakan pencegahan yang lebih efektif. Menjaga pola makan sehat, mengontrol penyakit penyerta seperti diabetes, serta menghindari rokok adalah kunci utama agar sistem imun dapat bekerja optimal.
Jika luka tidak menunjukkan tanda-tanda membaik dalam waktu dua minggu, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional guna menghindari komplikasi serius seperti sepsis atau kematian jaringan, dan membutuhkan perawatan khusus. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan dari dokter selama proses penyembuhannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....