Gunakan X-Ray Portable, Sulsel Percepat Temukan Kasus TBC
- 13 Apr 2026 12:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mencapai Eliminasi TBC pada tahun 2030. Saat ini, fokus utama pemerintah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang melibatkan kolaborasi lintas kementerian.
Pengelola Program TBC Dinkes Sulsel, Andi Julia Yunus kepada RRI mengungkapkan program ini juga menjadi strong point dari Gubernur Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2025-2026, pemerintah sudah mulai memfokuskan program TB dengan beberapa kegiatan-kegiatan yang telah disupport melalui APBD Provinsi 2025-2026.
“Jadi ke depannya, 2026 ini maksud saya, kita akan melakukan screening dengan penggunaan portable x-ray di 24 kabupaten dan kota. Dan itu akan sangat efektif untuk menemukan kasus kita yang belum kita dapatkan,” jelas Uli – sapaan akrabnya. Senin, 13 April 2026.
Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan telah berusaha mencapai target-target yang ditetapkan. Selanjutnya, akan melakukan investigasi kontak dan memberikan edukasi kepada anak-anak SMA dan juga pesantren. Selain melakukan edukasi, pihaknya juga melakukan screening kepada siswa-siswa. Harapannya, agar siswa tersebut dapat menyebarluaskan informasi terkait tuberculosis, minimal di lingkungan keluarganya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa terkait dengan penemuan kasus TBC, masih ada beberapa kesalahpahaman di masyarakat. “Karena kadang orang bilang kalau banyak ditemukan, berarti program kita nggak berhasil. Sebenarnya kebalik kalau di program TBC,” ungkap Uli.
Dikatakan, dalam Program Eliminasi TBC, semakin banyak yang kasus yang ditemukan, menunjukkan hasil yang baik. Meskipun dalam pelaksanaan di lapangan, masih terkendala dalam penemuan kasus yang diakibatkan pasien yang lost to follow up (meninggal dunia/berpindah tanpa pemberitahuan). Uli berharap agar pasien dan pendamping menelan obat untuk konsisten dengan tidak menghentikan pengobatannya.
“Jangan khawatir. TBC itu bisa disembuhkan, ada obatnya, obatnya itu gratis, yang bisa kita dapatkan di pelayanan kesehatan. Jadi, yang terakhir adalah marilah kita bersama-sama bersama diri kita, masyarakat, keluarga dan masyarakat untuk kita bergerak menuntaskan TBC. Khususnya, kepada pasien kita yang sudah dalam masa pengobatan bisa sembuh dengan tuntas dan bisa kembali sehat dan bergaul di masyarakat seperti biasanya,” tutup Uli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....