WHO : Empat dari Sepuluh Kasus Kanker Dapat Dicegah

  • 31 Mar 2026 01:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar kasus kanker di dunia sebenarnya dapat dicegah. Dalam analisis global terbaru yang dilakukan bersama International Agency for Research on Cancer (IARC), sekitar empat dari sepuluh kasus kanker secara global berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

Studi tersebut menganalisis data dari 185 negara serta mencakup 36 jenis kanker yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 37 persen dari seluruh kasus kanker baru yang tercatat pada tahun 2022, atau sekitar 7,1 juta kasus, berkaitan dengan faktor yang dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup, kebijakan kesehatan, maupun intervensi medis tertentu.

Para peneliti menilai bahwa temuan ini menunjukkan potensi besar dari upaya pencegahan dalam mengurangi beban penyakit kanker di seluruh dunia. Dengan mengurangi paparan terhadap faktor risiko utama, jumlah kasus kanker secara global dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan.

Dalam laporan tersebut, penggunaan rokok disebut sebagai penyebab yang paling dominan di antara faktor risiko yang bisa dicegah. Secara global, kebiasaan merokok diperkirakan bertanggung jawab atas sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker baru yang terjadi setiap tahun.

Selain tembakau, infeksi tertentu juga menjadi penyebab besar kanker yang sebenarnya dapat dicegah. Infeksi seperti virus HPV atau bakteri Helicobacter pylori menyumbang sekitar 10 persen dari kasus kanker baru di dunia, sementara konsumsi alkohol berkontribusi sekitar 3 persen.

Penelitian ini juga menemukan bahwa tiga jenis kanker menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang sebenarnya bisa dicegah. Ketiga jenis tersebut adalah kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker serviks yang memiliki hubungan kuat dengan faktor risiko seperti merokok, infeksi, serta paparan lingkungan tertentu.

Perbedaan juga terlihat antara laki-laki dan perempuan dalam hal proporsi kanker yang dapat dicegah. Sekitar 45 persen kasus kanker pada laki-laki terkait dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, sementara pada perempuan angkanya sekitar 30 persen. Hal ini sebagian besar dipengaruhi oleh perbedaan kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Para ahli menekankan bahwa pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada perubahan perilaku individu, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan kesehatan masyarakat. Program vaksinasi, pengendalian rokok, pengurangan polusi udara, serta peningkatan kesadaran masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan angka kanker di masa depan.

WHO menegaskan bahwa strategi pencegahan merupakan cara paling efektif dan berkelanjutan untuk mengurangi dampak kanker secara global. Dengan kombinasi gaya hidup sehat, deteksi dini, serta kebijakan kesehatan yang kuat, jutaan kasus kanker di dunia berpotensi dapat dihindari sebelum penyakit tersebut berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....