Hati-Hati Memanaskan Nasi Bisa Picu Penyakit
- 26 Mar 2026 15:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kebiasaan memanaskan ulang Nasi menjadi hal yang umum dilakukan masyarakat Indonesia, terutama untuk menghemat makanan. Nasi sisa yang disimpan dan kemudian dipanaskan kembali sering dianggap praktis dan tidak berbahaya. Namun, sejumlah ahli kesehatan mengingatkan bahwa proses ini perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan risiko bagi tubuh.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesi, nasi yang telah dimasak dan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya. Salah satu bakteri yang sering dikaitkan dengan nasi adalah Bacillus cereus. Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang tidak sepenuhnya hilang meskipun nasi dipanaskan kembali, sehingga berpotensi menyebabkan keracunan makanan.
Gejala yang ditimbulkan akibat konsumsi nasi yang tidak disimpan dengan benar bisa berupa mual, muntah, hingga diare. Kasus ini sering terjadi ketika nasi dibiarkan terbuka selama berjam-jam sebelum akhirnya dipanaskan ulang. Oleh karena itu, penyimpanan nasi yang benar menjadi kunci utama untuk menjaga keamanannya sebelum dikonsumsi kembali.
Para ahli menyarankan agar nasi yang tidak langsung dimakan sebaiknya segera didinginkan dan disimpan di dalam lemari pendingin dalam waktu kurang dari dua jam setelah dimasak. Saat akan dikonsumsi kembali, nasi harus dipanaskan hingga benar-benar panas merata untuk mengurangi risiko kontaminasi. Namun, nasi sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali karena dapat menurunkan kualitas dan keamanannya.
Dengan pemahaman yang tepat, kebiasaan memanaskan nasi tetap bisa dilakukan dengan aman. Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan cara penyimpanan dan pemanasan ulang agar terhindar dari gangguan kesehatan. Edukasi mengenai keamanan pangan ini menjadi penting agar kebiasaan sehari-hari tetap mendukung kesehatan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....