Pola Tidur Rusak, Mental Terancam
- 10 Mar 2026 09:09 WIB
- Makassar
RRI.CC.ID, Makassar - Tidur adalah kebutuhan dasar manusia. Saat pola tidur terganggu, tubuh kehilangan kesempatan untuk memulihkan energi dan menyeimbangkan hormon. Kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mudah merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan cepat marah.
Pola tidur yang rusak dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Gangguan tidur yang berulang terbukti meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan penurunan fungsi kognitif.
Hubungan antara tidur dan mental bersifat dua arah: tidur yang buruk memperburuk kondisi mental, sementara masalah mental juga bisa mengganggu pola tidur. Gangguan tidur yang lebih besar secara rata-rata merupakan faktor risiko bagi gangguan kesehatan mental.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa variabilitas intraindividu (yaitu, inkonsistensi) dalam tidur (selanjutnya disebut "variabilitas intraindividu tidur") mungkin juga secara unik terkait dengan kesehatan mental, bahkan di atas pengaruh pola tidur rata-rata yang dihitung selama beberapa hari. Studi ini meneliti hubungan antara variabilitas intraindividu tidur dan gejala kecemasan, depresi, dan insomnia di berbagai aspek variabilitas intraindividu tidur (durasi tidur, efisiensi, dan waktu tidur) dan jenis pengukuran tidur (buku harian tidur dan aktigrafi).
Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi sistem saraf. Dilansir dari med.stanford.edu Otak yang tidak mendapat istirahat cukup akan kesulitan mengatur emosi.
Efek buruk pola tidur juga terlihat pada kemampuan kognitif. Kurang tidur membuat daya ingat menurun, kemampuan mengambil keputusan terganggu, dan produktivitas menurun. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Gangguan tidur kronis bahkan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap penyakit mental serius. Beberapa studi menemukan hubungan antara insomnia jangka panjang dengan gangguan bipolar dan skizofrenia.
Namun, hubungan ini tidak hanya satu arah. Masalah mental seperti depresi juga dapat menyebabkan insomnia atau tidur berlebihan. Inilah yang disebut hubungan timbal balik antara tidur dan kesehatan mental.
Memperbaiki pola tidur menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Tidur yang cukup dan teratur membantu otak memulihkan diri, menyeimbangkan hormon stres, serta meningkatkan suasana hati.
Secara keseluruhan, pola tidur yang rusak bukan hanya masalah fisik, tetapi juga ancaman bagi kesehatan mental. Menjaga kualitas tidur berarti menjaga keseimbangan emosi, pikiran, dan kehidupan sehari-hari agar tetap sehat dan stabil.
Durasi tidur dan waktu tidur yang tidak konsisten mungkin berkorelasi dengan kesehatan mental yang lebih buruk. Penelitian eksperimental di masa mendatang harus menguji apakah menstabilkan pola tidur dapat meningkatkan hasil kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....