Kunci Keberhasilan Ibu Hamil Menjalankan Ibadah Puasa Sehat

  • 08 Mar 2026 13:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil memerlukan perhatian ekstra. Sekretaris Program Studi Spesialis Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. dr. M. Hamsah, Sp.OG., M.Kes, menjelaskan kepada RRI pada Minggu, 8 Maret 2026 bahwa meski diperbolehkan, ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi dan perkembangan janinnya.

Menurut dr. Anca – sapaan akrabnya, puasa sebenarnya memiliki manfaat medis bagi ibu hamil. Dengan berpuasa, ibu hamil dapat mengontrol berat badan, menurunkan lemak viseral, hingga menstabilkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan resistensi insulin.

Ibu hamil memiliki risiko saat berpuasa, bergantung usia kandungan. Pada Trimester 1 (usia kandungan 0-12 minggu), memiliki risiko Berisiko tinggi karena sering terjadi hiperemesis gravidarum (mual muntah berlebih).

Trimester 2 (usia kandungan 12-24 minggu), dinilai sebagai masa paling stabil bagi ibu dan janin untuk berpuasa. Sementara itu, pada Trimester 3 (usia kandungan di atas 24 minggu), Janin sedang berkembang pesat dan membutuhkan asupan nutrisi serta lemak yang tinggi untuk mencapai berat badan ideal (minimal 3 kg saat lahir).

“Di trimester 3 lebih kecukupan nutrisi pada bayi. Jadi kalau mau puasa di trimester 3 perbaiki nutrisinya. Supaya bayi bisa berkembang bagus” jelas dr. Anca.

Kondisi ibu hamil yang lemas saat berpuasa bisa menjadi bahaya. Olehnya itu, dr. Anca menghimbau agar melakukan konsultasi sebelumnya. “Jika konsultasi kita akan melihat dulu tadi itu apakah ibunya ada gangguan hipermesis atau penyakit kayak diabetes atau hipertensi. Kemudian, setelah itu kita screening janinnya apakah perkembangannya sesuai usia bulannya. Kita lihat juga apakah aliran darah janinnya bagus. Kalau bagus berarti sangat aman untuk berpuasa” lanjutnya.

Bagi ibu hami yang berpuasa, dr. Anca menyarakan untuk memperhatikan kecukupan air ketuban dengan memastikan untuk meminum 8-12 gelas air saat berbuka hingga waktu sahur. Selain itu, perlunya mengatur pola makan dengan berbuka yang sederhana seperti kurma, kemudian fokus pada makanan tinggi protein (ikan, daging, telur) daripada hanya mengonsumsi karbohidrat atau gorengan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....