Kanker Ginjal Renal Cell Carcinoma (RCC) Waspada Penyebab dan Gejalanya

  • 07 Mar 2026 21:37 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kanker ginjal merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang berkembang pada jaringan ginjal, organ penting yang berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine. Di antara berbagai tipe kanker ginjal, jenis yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah Renal Cell Carcinoma (RCC). Melansir britannica bahwa sekitar 90 persen kasus kanker ginjal pada orang dewasa termasuk dalam kategori ini, sehingga RCC menjadi fokus utama dalam penelitian dan penanganan medis terkait kanker ginjal. Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dari sel epitel pada tubulus ginjal dan dapat menyebar ke jaringan lain apabila tidak terdeteksi sejak dini.

Secara biologis, RCC muncul ketika sel-sel ginjal mengalami perubahan genetik atau mutasi DNA yang membuat sel tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Perubahan pada DNA tersebut menyebabkan sel kanker terus berkembang tanpa mengikuti mekanisme kematian sel normal, sehingga terbentuk massa tumor yang dapat merusak jaringan ginjal sehat. Beberapa kasus, sel kanker juga dapat menyebar ke organ lain seperti paru-paru, tulang, atau hati melalui proses metastasis. Kondisi inilah yang membuat kanker ginjal sering kali menjadi penyakit serius apabila tidak didiagnosis pada tahap awal.

Walaupun penyebab pasti RCC belum sepenuhnya diketahui, berbagai penelitian epidemiologi telah mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang berperan penting dalam kemunculan penyakit ini. Kebiasaan merokok diketahui dapat meningkatkan risiko kanker ginjal secara signifikan, bahkan dapat menggandakan kemungkinan seseorang terkena RCC dibandingkan dengan individu yang tidak merokok. Selain itu, obesitas dan tekanan darah tinggi juga menjadi faktor yang sering ditemukan pada pasien kanker ginjal.

Selain faktor gaya hidup, paparan zat kimia tertentu dan kondisi genetik juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan RCC. Paparan bahan industri seperti kadmium, benzena, atau trichloroethylene diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ginjal pada beberapa kelompok pekerja. Kelainan genetik langka seperti sindrom von Hippel–Lindau atau tuberous sclerosis juga dapat memicu pertumbuhan tumor pada ginjal.

RCC sering kali tidak menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika penyakit sudah berkembang. Namun seiring pertumbuhan tumor, beberapa tanda khas dapat mulai muncul, seperti adanya darah dalam urine, rasa nyeri di sisi punggung atau pinggang, serta munculnya benjolan di area perut atau pinggang. Selain gejala utama tersebut, penderita juga dapat mengalami kelelahan berkepanjangan, demam yang tidak jelas penyebabnya, kehilangan nafsu makan, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang pasti. Melansir jamanetwork menjelaskan bahwa kombinasi tiga gejala klasik yaitu hematuria, nyeri pinggang, dan massa pada perut hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien, sehingga diagnosis sering memerlukan pemeriksaan medis lanjutan.

Karena gejalanya sering muncul secara samar, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu cara penting untuk mendeteksi RCC lebih awal. Teknologi pencitraan medis seperti CT scan, MRI, atau ultrasonografi sering digunakan untuk menemukan tumor ginjal bahkan sebelum menimbulkan keluhan yang jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....