Anak Sulung dan Tunggal Lebih Rentan Alami Depresi
- 06 Mar 2026 02:40 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penelitian terbaru dari Epic Research mengungkapkan bahwa anak sulung dan anak tunggal memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap depresi. Studi yang melibatkan lebih dari 182.000 anak di Amerika Serikat ini menunjukkan bahwa kondisi kecemasan bahkan sudah mulai terdeteksi sejak anak menginjak usia delapan tahun.
Data menunjukkan anak sulung pada usia delapan tahun memiliki risiko mengalami gangguan kecemasan sebesar 48 persen. Selain itu, mereka juga berisiko 35 persen lebih tinggi mengalami depresi jika dibandingkan dengan adik-adik mereka, sebagaimana dilaporkan oleh ABC News dalam kutipan hasil penelitian tersebut.
Kondisi serupa ditemukan pada anak tunggal yang tidak memiliki saudara kandung di dalam lingkungan keluarga mereka. Kelompok ini memiliki kemungkinan 42 persen lebih tinggi mengalami kecemasan serta 38 persen lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh bersama saudara kandung lainnya.
Temuan ini menjadi peringatan serius di tengah meningkatnya krisis kesehatan mental yang melanda kalangan generasi muda saat ini. Kecemasan sendiri merupakan perasaan takut akan sesuatu yang buruk, yang jika tidak ditangani, dapat memicu serangan panik hingga kekhawatiran berlebihan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut National Institute of Mental Health, gejala kecemasan pada anak-anak sering kali muncul dalam spektrum dan tingkat keparahan berbeda. Gejala tersebut dapat berupa gangguan pola tidur, emosi yang meledak-ledak seperti mudah marah, perilaku manja yang berlebihan, hingga munculnya keluhan fisik tanpa penyebab medis yang jelas.
Anak-anak yang mengalami kecemasan juga sering mengeluhkan gejala fisik seperti sakit perut atau sakit kepala saat menghadapi tekanan. Oleh karena itu, Satuan Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat menyarankan agar skrining kesehatan mental mulai dilakukan secara rutin oleh dokter sejak anak berusia delapan tahun untuk deteksi dini.
Meski demikian, gangguan kecemasan dapat diatasi melalui pengobatan yang tepat, seperti terapi anak maupun pelibatan terapi keluarga. Selain bantuan profesional, menjaga gaya hidup sehat melalui asupan nutrisi yang baik, aktif bergerak, serta tidur yang cukup sangat membantu dalam meredakan gejala kecemasan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....