Penyebab Timbulnya Gejala Maag

  • 04 Mar 2026 09:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Maag, atau yang secara medis dikenal sebagai maag, merupakan kondisi peradangan pada lapisan mukosa lambung yang sering memicu gejala tidak nyaman seperti nyeri perut bagian atas, mual, kembung, dan rasa perih yang muncul setelah makan. Melansir https://www.klikdokter.com Gejala ini timbul karena lapisan pelindung lambung terganggu, sehingga asam lambung yang diproduksi secara alami mulai mengiritasi dinding lambung yang meradang.

Pada tahap awal, gejala maag bisa ringan dan datang secara sporadis, tetapi jika penyebab utamanya tidak diatasi, peradangan dapat menjadi kronis dan melemahkan rasa sakit hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab paling umum timbulnya gejala maag adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori, yang menginfeksi lapisan lambung dan merangsang respon inflamasi dari sistem kekebalan tubuh.

Bakteri ini menghasilkan enzim urease yang menetralkan asam lambung untuk bertahan hidup, tetapi sekaligus merusak pelindung mukosa, sehingga asam lambung bebas menggerogoti jaringan dan memicu gejala seperti perut kembung serta muntah. Infeksi ini sering menular melalui udara atau makanan yang terkontaminasi, dan tanpa pengobatan, dapat berkembang menjadi penyakit maag kronis yang membuat gejala muncul berulang kali.

Faktor gaya hidup seperti pola makan yang tidak teratur turut memperparah proses ini, di mana makan porsi besar secara tiba-tiba atau melewatkan waktu makan menyebabkan terganggunya produksi asam lambung yang berlebihan. Makanan pedas, asam, berminyak, atau makanan yang sering dikonsumsi merangsang sekresi asam lebih tinggi, sehingga lapisan lambung yang sudah akibat lemah infeksi atau iritasi menjadi semakin rentan, dan gejala maag seperti nyeri yang menusuk semakin sering terasa.

Kebiasaan ini saling terkait dengan infeksi H. pylori karena makanan tidak higienis bisa menjadi media penularan bakteri tersebut. Stres emosional dan psikologis juga berperan penting dalam memunculkan gejala maag, karena kondisi ini meningkatkan produksi hormon yang memicu pelepasan asam lambung berlebih melalui sumbu hipotalamus-pituitari-adrenal.

Saat seseorang mengalami stres kronis, aliran darah ke lambung berkurang dan mukosa menjadi lebih tipis, sehingga iritasi dari asam atau bakteri semakin mudah menimbulkan rasa panas dan kembung yang khas pada maag. Stres sering kali mempercepat munculnya gejala pada orang yang sudah memiliki faktor risiko seperti pola makan buruk atau infeksi laten.

Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dalam jangka panjang menyebabkan penyebab lain yang sering diabaikan, karena obat ini menghambat produksi prostaglandin pelindung mukosa lambung. Hal ini menyebabkan lapisan lambung rentan terhadap asam pedas dan enzim pencernaan, sehingga gejala maag muncul cepat setelah konsumsi obat, terutama jika dikombinasikan dengan makanan atau stres.

Konsumsi alkohol dan rokok semakin banyak, karena alkohol merusak mukosa secara langsung sementara nikotin meningkatkan asam lambung, menciptakan lingkaran setan yang membuat gejala semakin menetap. Pada kasus maag reaktif atau akut, faktor seperti refluks empedu atau trauma fisik juga bisa memicu gejala maag secara mendadak, di mana empedu yang naik ke lambung mengiritasi mukosa yang sudah sensitif.

Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan riwayat operasi lambung atau paparan radiasi, yang meningkatkan penghalang alami dan membuat gejala seperti mual parah muncul tiba-tiba. Pencegahan dimulai dengan mengenali hubungan antarpenyebab ini, sehingga gejala maag dapat dicegah sebelum menjadi kronis dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti penyakit lambung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....