Ini Alasan Demam Tidak Boleh Dianggap Remeh
- 01 Mar 2026 20:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pentingnya bagi keluarga untuk segera membawa anggota keluarga yang mengalami demam ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Langkah ini sangat krusial agar tim dokter dapat segera melakukan diagnosis yang tepat mengenai penyebab utama dari kenaikan suhu tubuh tersebut.
Penanganan dini di rumah sakit dapat mencegah kondisi yang lebih fatal. Demikian disampaikan Dokter Rachmat Latief dalam perbincangan lewat dialog bersama Pro 1 RRI Makassar, edidi Minggu, 1 Maret 2026
Dikatakan, Fenomena yang sering terjadi di masyarakat adalah penggunaan obat penurun panas yang dijual bebas, seperti parasetamol, sebagai solusi tunggal, Dr. Rahmat menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut bersifat simptomatik, yang berarti hanya mengobati gejala atau menekan pusat panas di otak, namun tidak menyelesaikan akar masalah penyakitnya. Hal ini sering kali memberikan rasa sembuh semu kepada pasien padahal proses infeksi masih berlangsung di dalam tubuh.
“Sebenarnya ketika meminum obat panas, sebenarnya dia menurunkan panasnya. Pusat panas itu dikendalikan di otak. Nah, jadi ketika dia minum obat panas, dia menekan di dalam untuk menurunkan panasnya,” katanya kepada RRI
Lebih lanjut, dr. Rahmat mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertanyakan alasan di balik munculnya demam. Ia menegaskan bahwa hanya tenaga medis yang memiliki alat bantu, metode, dan standar prosedur operasional (SOP) untuk memastikan penyebab demam tersebut. Diagnosis yang akurat sangat diperlukan karena satu gejala demam bisa mengindikasikan satu atau bahkan lebih jenis penyakit yang berbeda.
“Yang bisa menjawab kenapa demam hanya dokter, Karena kita punya alat bantu, punya cara, punya SOP untuk memastikan ini penyebab demamnya. Bisa satu penyakit, bisa lebih satu penyakit, kata Dojter Rachmat Latief kepada RRI.
Perbedaan diagnosis ini sangat menentukan metode pengobatan yang akan diberikan kepada pasien. Sebagai contoh, infeksi akibat tipes memerlukan penanganan dengan antibiotik, sementara Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus tidak boleh diberikan antibiotik. Pada kasus DBD, fokus pengobatan adalah mencegah kebocoran pembuluh darah dan menjaga agar kadar trombosit tidak terus menurun.
Dikatakan, Bahaya salah diagnosis atau meremehkan demam juga dapat berujung pada kondisi kritis, seperti pada kasus radang paru-paru. Jika radang paru-paru hanya dianggap sebagai influenza biasa, pasien berisiko mengalami gagal napas yang ditandai dengan tubuh membiru atau sianosis. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian mendadak atau sudden death bagi penderitanya.
Proses pemeriksaan di rumah sakit melibatkan tahapan-tahapan medis yang sistematis sebelum sampai pada keputusan akhir atau diagnosis. Setelah diagnosis ditetapkan, barulah dokter dapat menentukan terapi dan jenis obat yang paling tepat untuk pasien. Selain itu, pihak rumah sakit juga akan memutuskan apakah pasien memerlukan rawat inap (opname) atau cukup dengan rawat jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....