Ahli Pangan Sarankan Teknik Rebus sebagai Metode Memasak Paling Aman
- 26 Feb 2026 20:52 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, Makassar - Isu keamanan pangan kini tidak hanya berkutat pada bahan tambahan, tetapi juga pada proses kimia yang terjadi saat memasak. Para peneliti pangan memperingatkan bahwa memasak dengan suhu yang sangat tinggi, seperti membakar atau menggoreng, dapat memicu pembentukan senyawa karsinogenik seperti akrilamida dan amin heterosiklik. Sebaliknya, teknik merebus yang menggunakan suhu maksimal 100°C dianggap sebagai metode paling aman untuk mencegah terbentuknya zat-zat berbahaya pemicu kanker tersebut.
Dalam tinjauan biokimia, suhu air yang stabil saat merebus memastikan bahwa protein dalam daging atau karbohidrat dalam sayuran tidak mengalami denaturasi yang ekstrem. Hal ini menjaga agar struktur kimia makanan tetap alami dan mudah dikenali oleh enzim pencernaan manusia. Sebaliknya, pemanasan berlebih pada minyak goreng sering kali menghasilkan radikal bebas yang dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh jika dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.
Dikutip dari Harvard Health Publishing tentang Analisis dampak metode memasak terhadap kesehatan jantung dan ginjal, selain mencegah zat berbahaya, merebus juga efektif dalam meluruhkan sisa pestisida atau kotoran yang mungkin masih menempel pada pori-pori sayuran. Panas air yang merata membantu proses sterilisasi alami tanpa merusak tekstur makanan secara keseluruhan. Bagi individu dengan sistem pencernaan sensitif atau penderita maag, masakan rebusan adalah pilihan utama karena teksturnya yang lembut tidak membebani kerja lambung dalam menghaluskan makanan.
Kesehatan ginjal juga mendapatkan dampak positif dari konsumsi masakan rebusan. Tanpa tambahan garam dan minyak yang berlebih—yang biasanya menjadi bumbu wajib pada masakan gorengan atau tumisan—beban kerja ginjal dalam menyaring natrium menjadi lebih ringan. Ini adalah alasan mengapa diet rendah garam yang berbasis masakan rebusan sering kali menjadi protokol utama bagi pasien hipertensi untuk menormalkan tekanan darah mereka secara alami tanpa ketergantungan obat yang tinggi.
Penerapan teknik merebus di rumah tangga juga dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Selain menghemat penggunaan minyak goreng yang harganya fluktuatif, limbah air rebusan sayur bahkan bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik cair. Dengan beralih ke rebusan, masyarakat tidak hanya melindungi kesehatan anggota keluarga dari ancaman penyakit kronis, tetapi juga berkontribusi pada pola konsumsi yang lebih berkelanjutan dan minim limbah kimia berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....