Waspada Cacar Air di Musim Pancaroba

  • 23 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Memasuki masa transisi musim atau pancaroba pada awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Indonesia melaporkan peningkatan signifikan kasus cacar air (varicella), terutama pada anak usia sekolah dasar. Penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster ini kembali menjadi perhatian karena penularannya yang sangat cepat, khususnya di lingkungan dengan interaksi tinggi seperti sekolah.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan di beberapa daerah, muncul klaster penularan di lingkungan sekolah. Ruang kelas yang tertutup, ventilasi yang kurang optimal, serta interaksi jarak dekat antar siswa menjadi faktor utama penyebaran. Dalam kondisi tersebut, satu anak yang terinfeksi dapat dengan mudah menularkan virus kepada teman sekelasnya dalam waktu singkat.

Secara medis, varicella menular melalui udara (airborne) dan percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Risiko penularannya sangat tinggi. Bahkan, satu penderita dapat menularkan virus kepada hingga 90 persen orang di sekitarnya yang belum memiliki kekebalan, baik karena belum pernah terinfeksi maupun belum mendapatkan imunisasi.

Gejala awal cacar air umumnya diawali dengan demam ringan, sakit kepala, lemas, serta penurunan nafsu makan. Setelah itu muncul ruam kemerahan yang berkembang menjadi lenting berisi cairan dan terasa sangat gatal. Pada sebagian besar anak dengan kondisi imun baik, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Namun, pada individu dengan daya tahan tubuh lemah, remaja, maupun orang dewasa, varicella berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia (infeksi paru) dan ensefalitis (infeksi otak).

Para praktisi kesehatan anak mengingatkan pentingnya isolasi mandiri segera setelah gejala muncul. Anak yang mengalami ruam sebaiknya tidak dipaksakan masuk sekolah, meskipun ada agenda ujian atau kegiatan penting. Langkah ini krusial untuk mencegah terbentuknya klaster baru di lingkungan pendidikan.

Faktor cuaca juga turut berperan dalam meningkatnya kasus. Kelembapan udara yang tinggi selama pancaroba dinilai mendukung daya tahan virus di lingkungan. Selain itu, perubahan suhu yang tidak menentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak, sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus.

Upaya pencegahan yang paling efektif adalah imunisasi varicella sesuai jadwal yang direkomendasikan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksin varicella dapat menurunkan risiko infeksi berat serta komplikasi. Selain imunisasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga ventilasi ruangan, serta menghindari kontak dengan penderita, menjadi langkah penting dalam memutus rantai penularan.

Kementerian Kesehatan RI dalam Pedoman Pengendalian Penyakit Menular Langsung (2025) juga menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan kasus, dan edukasi kepada orang tua serta pihak sekolah. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci pengendalian lonjakan kasus di masa pancaroba.

Dengan kewaspadaan bersama dan langkah preventif yang tepat, peningkatan kasus cacar air di awal tahun ini diharapkan dapat segera dikendalikan. Edukasi yang berkelanjutan serta kesadaran untuk tidak menyepelekan gejala awal menjadi fondasi utama dalam melindungi anak-anak dari risiko penularan yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....