Bahaya Memanaskan Kembali Menu Sisa saat Makan Sahur

  • 23 Feb 2026 08:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Makan sahur menjadi momen krusial pengisian energi bagi umat Muslim sebelum menjalani ibadah puasa selama seharian penuh. Namun, kebiasaan praktis memanaskan kembali sisa menu berbuka untuk disantap saat sahur ternyata menyimpan risiko kesehatan yang patut diwaspadai jika tidak dilakukan secara tepat.

Mengutip laporan dari Beautynesia, terdapat beberapa jenis makanan populer yang justru dapat menimbulkan bahaya jika dipanaskan ulang. Salah satunya adalah sayur bayam yang memiliki kandungan nitrat tinggi, di mana zat ini berisiko berubah menjadi nitrit yang membahayakan tubuh saat terkena panas kembali.

Terkait hal tersebut, ilmuwan pangan Bryan Quoc Le, Ph.D, menjelaskan bahwa sayuran berdaun hijau sangat rentan terkontaminasi bakteri E. coli. Jika proses pendinginan dan pemanasan tidak dilakukan dengan benar, kondisi tersebut justru memicu perkembangan patogen berbahaya yang berujung pada keracunan makanan.

Bahan pangan tinggi protein seperti telur juga sebaiknya tidak terpapar panas berulang karena memicu proses oksidasi protein. Mengutip The Sun, Dr. Duvenage dari University of Greenwich menyarankan agar telur tidak dipanaskan ulang karena protein yang teroksidasi dapat membahayakan kesehatan sistem pencernaan.

Hal serupa berlaku pada jamur, di mana protein yang mengalami oksidasi saat dipanaskan kembali dikhawatirkan bersifat karsinogenik atau pemicu kanker. Dr. Duvenage menilai makanan tinggi protein jauh lebih aman dikonsumsi dalam kondisi dingin maksimal 24 jam setelah dimasak daripada harus dipanaskan kembali.

Mengutip Times of India, daging ayam juga berisiko karena pemanasan ulang dapat membuat proteinnya menjadi keras, kering, dan sulit dicerna. Selain itu, ayam harus dipanaskan hingga suhu 74 derajat Celsius guna membunuh bakteri Salmonella yang mungkin berkembang biak selama penyimpanan yang tidak sesuai standar.

Menurut The Wellness Corner, kentang juga tidak boleh dipanaskan ulang karena dapat memicu pembentukan solanin, senyawa beracun yang menyebabkan mual. Pakar Bryan Quoc Le turut mengingatkan agar kentang segera disimpan di lemari es untuk menghindari bakteri Bacillus cereus demi menjaga kesehatan selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....