Manipulatif : Perilaku Buruk yang Sebaiknya Dihindari

  • 15 Feb 2026 12:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perilaku manipulatif adalah tindakan yang bertujuan untuk mengendalikan atau memengaruhi orang lain demi keuntungan pribadi, sering kali tanpa memperhatikan perasaan atau kebutuhan pihak lain. Menurut kajian psikologi fiveable istilah ini digunakan untuk menggambarkan serangkaian strategi mengambil keuntungan dari orang lain melalui cara-cara yang halus dan terselubung, seperti menciptakan kesan tertentu atau memutarbalikkan fakta untuk mempengaruhi keputusan orang lain. Perilaku seperti ini berbeda dengan komunikasi yang sehat karena ada unsur eksploitasi yang merugikan pihak yang dimanipulasi.

Manipulatif sering muncul dalam hubungan interpersonal di mana terdapat ketidakseimbangan kekuasaan atau kontrol. Individu yang manipulatif bisa menggunakan berbagai taktik seperti memunculkan rasa bersalah, memberikan pujian berlebihan, atau menyembunyikan informasi agar orang lain bertindak sesuai keinginannya. Dalam konteks psikologi abnormal, perilaku ini sering dikaitkan dengan ciri kepribadian tertentu, termasuk gangguan kepribadian ambang (borderline) dan narsistik.

Perilaku manipulatif tidak hanya terjadi dalam hubungan pribadi, tetapi juga dapat muncul di tempat kerja dan lingkungan sosial yang lebih luas. Dalam literatur perilaku organisasi, manipulasi emosional disebut sebagai bagian dari perilaku kontra-produktif yang dapat merusak budaya kerja dan hubungan profesional. Individu yang menunjukkan sifat Machiavellian yaitu cenderung menggunakan strategi manipulatif untuk mencapai posisi atau keuntungan cenderung lebih sering terlibat dalam perilaku tersebut.

Salah satu ciri khas perilaku manipulatif adalah penggunaan taktik halus yang sulit dikenali. Manipulator dapat terlihat ramah, meyakinkan, atau simpatik pada pandangan pertama, sementara sebenarnya mereka memanfaatkan kelemahan emosional orang lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karakter tindakan ini sering membuat korban merasa bingung, ragu, atau bahkan mempertanyakan realitas pengalaman mereka sendiri.

Selain hubungan interpersonal, manipulasi juga dapat berdampak pada kesejahteraan mental korban. Orang yang merasa dimanipulasi berulang kali mungkin mengalami stres emosional, penurunan kepercayaan diri, dan kerusakan hubungan dengan orang lain. Ketika pola perilaku seperti ini berlangsung lama, dampaknya bisa menjadi jangka panjang dan mempengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri serta orang lain.

Memahami perilaku manipulatif secara kritis adalah langkah pertama untuk menghindarinya. Dengan mengenali tanda-tanda manipulasi seperti kebohongan, pemaksaan kehendak, atau penciptaan rasa bersalah seseorang dapat melindungi diri dan membangun hubungan yang lebih sehat dan transparan. Kesadaran akan perilaku ini juga mendukung upaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil dan saling menghormati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....