Manfaat Tahu-Tempe Menu Alternatif untuk Diet BB

  • 07 Feb 2026 16:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Tempe dan tahu kerap menjadi menu andalan dalam program diet penurunan berat badan (BB) karena harganya terjangkau, mudah diolah, dan kaya protein nabati. Keduanya berasal dari kedelai yang mengandung protein lengkap, serat, serta senyawa isoflavon yang berperan dalam metabolisme tubuh. 

Dalam praktik diet sehat, makanan tinggi protein dan serat terbukti membantu meningkatkan rasa kenyang dan mengontrol asupan kalori harian, dua faktor penting dalam keberhasilan menurunkan berat badan. Secara nutrisi, tempe dan tahu memiliki keunggulan masing-masing. 

Tahu dikenal rendah kalori namun kaya protein dan mineral, sehingga cocok untuk menu diet rendah energi tetapi tetap mengenyangkan. Sementara tempe mengandung protein, serat, dan prebiotik lebih tinggi karena dibuat dari kedelai utuh melalui fermentasi. Kombinasi protein dan serat pada tempe dapat membantu menjaga kadar gula darah dan membuat kenyang lebih lama, yang berdampak pada pengendalian berat badan.

Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa protein kedelai—yang menjadi bahan dasar tempe dan tahu—dapat berperan dalam penurunan berat badan. Studi yang dipublikasikan di PubMed menemukan bahwa diet rendah kalori berbasis protein kedelai selama delapan minggu mampu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, dan lingkar pinggang pada orang dengan obesitas. 

Bahkan, penurunan persentase lemak tubuh pada kelompok diet berbasis kedelai tercatat lebih besar dibanding diet rendah kalori biasa. Meski demikian, penelitian lain mengingatkan bahwa konsumsi makanan berbasis protein kedelai saja tidak otomatis membuat berat badan turun lebih cepat dibanding diet seimbang rendah kalori. 

Studi terhadap perempuan dengan kelebihan berat badan menunjukkan bahwa kelompok diet tinggi protein kedelai dan kelompok diet biasa sama-sama mengalami penurunan berat badan dengan hasil yang relatif serupa. Hal ini menegaskan bahwa pola makan keseluruhan dan pengaturan kalori tetap menjadi faktor utama dalam keberhasilan diet.

Di sisi lain, tempe juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan metabolik yang mendukung program diet. Penelitian intervensi pada perempuan obesitas menunjukkan konsumsi tempe olahan selama 28 hari mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida secara signifikan. Perbaikan profil lemak darah ini berkontribusi pada kesehatan jantung dan metabolisme, yang sering kali menjadi bagian penting dalam pengelolaan berat badan jangka panjang.

Peneliti gizi menyimpulkan bahwa tempe dan tahu efektif sebagai menu diet karena kandungan protein nabati, serat, serta kalori yang relatif rendah. Ahli nutrisi Jillian Kubala, MS, RD, dalam Poltekkes Semarang Journal menyebut, “Tempe dan tahu adalah makanan bergizi berbahan dasar kedelai yang kaya isoflavon,” yang dapat mendukung pola makan sehat dan pengendalian berat badan. Dengan pengolahan rendah minyak serta dikombinasikan dengan sayur dan aktivitas fisik, keduanya bisa menjadi menu sederhana namun ampuh dalam program diet sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....