Mengenal Istilah NPD atau Narcissistic Personality Disorder
- 21 Des 2025 16:28 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Istilah Narcissistic Personality Disorder yang sering disingkat NPD merujuk pada suatu kondisi kesehatan mental yang serius. Penjelasan sederhana tentang NPD dilansir mayoclinic, adalah gangguan kepribadian di mana seseorang memiliki perasaan terlalu penting tentang dirinya sendiri dan sangat membutuhkan kekaguman dari orang lain.
Mereka yang mengalami gangguan ini tidak hanya sekadar percaya diri, tetapi menunjukkan pola pikir dan perilaku yang terus-menerus menempatkan diri mereka di atas orang lain dalam berbagai situasi.
Penderita NPD cenderung memandang diri mereka sebagai pribadi yang luar biasa dan berhak mendapatkan perlakuan istimewa, meskipun tidak selalu memiliki prestasi yang mendukung keyakinan tersebut. Keinginan mendapatkan pengakuan dan pujian seringkali menjadi fokus utama mereka dalam berinteraksi dengan orang lain. Di balik kepercayaan diri yang kuat itu, banyak juga yang sebenarnya merasa rapuh dan sensitif terhadap penilaian atau kritik.
Salah satu ciri khas NPD adalah kurangnya empati terhadap perasaan orang lain. Artinya, mereka yang mengalami gangguan ini sering kali sulit memahami atau merasakan apa yang orang lain alami. Hal ini menyebabkan hubungan interpersonal menjadi rumit karena kebutuhan mereka yang kuat untuk selalu diperhatikan dan dikagumi sering bertentangan dengan kebutuhan emosional orang di sekitar mereka.
Gejala lain yang umumnya muncul pada seseorang dengan NPD termasuk selalu ingin menjadi pusat perhatian, memanipulasi orang lain untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka, dan bereaksi kuat terhadap kritik yang dianggap meremehkan. Ketika harapan mereka tidak terpenuhi, responnya bisa berupa kemarahan atau frustrasi yang berlebihan, yang sering disebut sebagai narcissistic rage dalam kajian psikologi.
Perlu digarisbawahi bahwa memiliki beberapa sifat narsis seperti rasa percaya diri tinggi atau ingin dihargai bukan berarti seseorang otomatis memiliki NPD. NPD baru dapat dipastikan melalui evaluasi klinis yang dilakukan oleh psikolog atau psikiater berdasarkan kriteria diagnostik yang baku, seperti yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Perbedaan ini penting agar tidak salah kaprah dalam memahami perilaku manusia.
Penyebab pasti dari NPD belum diketahui secara pasti oleh para ahli kesehatan mental. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti pola asuh selama masa kanak-kanak, pengalaman negatif, serta kombinasi faktor biologis dan genetik dapat berkontribusi terhadap perkembangan gangguan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....