Hipotensi Tekanan Darah Rendah Bukan Pusing Biasa

  • 25 Nov 2025 12:46 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Tekanan darah rendah, atau hipotensi, sering kali dianggap remeh dibandingkan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurut wikipedia, tekanan darah dianggap rendah jika angkanya di bawah 120/80 mmHg.

Meskipun pada beberapa orang, tekanan darah rendah mungkin merupakan indikasi kesehatan yang prima, pada sebagian besar kasus, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan serius atau menyebabkan gejala yang mengganggu kualitas hidup. Mengabaikan gejala hipotensi yang berulang dapat meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang yang lebih parah.

Bahaya yang paling umum dari tekanan darah rendah adalah gejala akut yang ditimbulkannya. Penurunan tekanan yang mendadak menyebabkan suplai darah, dan otomatis oksigen serta nutrisi, ke otak dan organ vital lainnya berkurang. Gejala khas yang dialami penderita meliputi pusing, rasa melayang, pandangan kabur, mual, hingga pingsan. Pingsan merupakan bahaya terbesar jangka pendek karena dapat mengakibatkan cedera serius akibat jatuh, seperti patah tulang atau cedera kepala. Jenis hipotensi ortostatik (penurunan tekanan saat berdiri) atau hipotensi yang dimediasi saraf sangat sering menyebabkan episode pingsan.

Jika tekanan darah tetap rendah secara kronis dan tidak diobati, bahayanya akan meningkat menjadi kerusakan organ. Organ-organ vital, terutama ginjal dan jantung, sangat rentan terhadap suplai darah yang tidak memadai. Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah; aliran darah yang buruk dapat menyebabkan gagal ginjal akut karena ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen untuk menjalankan fungsinya. Sementara itu, jantung harus bekerja lebih keras untuk mencoba meningkatkan tekanan darah, yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan gagal jantung karena otot jantung menjadi lemah atau rusak akibat beban kerja yang berlebihan dan kurangnya suplai darah koroner yang stabil.

Hipotensi bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis mendasar yang serius. Bahaya di sini adalah mengobati gejalanya tanpa mengatasi akar masalahnya. Penyebab hipotensi yang parah bisa meliputi dehidrasi ekstrem, infeksi parah (sepsis), perdarahan internal yang signifikan, masalah endokrin seperti penyakit Addison atau hipotiroidisme, atau reaksi alergi parah (anafilaksis).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....