Manfaat Kesehatan Tersembunyi Jambu Air
- 14 Feb 2025 10:01 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Jambu air merupakan salah satu jenis buah yang berasal dari daerah tropis, terkenal karena rasa segar dan kandungan air yang banyak. Buah ini biasanya dimakan langsung atau dibuat menjadi rujak, menawarkan kombinasi rasa manis dan sedikit asam yang sangat menyegarkan. Selain lezat, jambu air kaya akan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat untuk kesehatan, menjadikannya pilihan yang tepat untuk dikonsumsi setiap hari.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Berikut beberapa manfaat jambu air untuk kesehatan tubuh:
1. Sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas
Dalam jurnal Drug Discoveries & Therapeutics, Islam, dkk. (2012) menyebutkan vitamin C dan senyawa fenolik (flavonoid) yang terkandung dalam jambu air adalah antioksidan. Antioksidan dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, polutan, dan bahan kimia beracun yang menyebabkan penyakit seperti masalah jantung, kanker, dan arthritis.
2. Mendukung sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.
Hasil studi Phytotherapy Research oleh Jules-Roger, dkk. (2006) menunjukkan komponen aktif dan kandungan triterpenoid antidermatofit dalam jambu air berkaitan dengan efek antimikroba dan antijamur. Penelitian menunjukkan kandungan ini dapat melindungi kulit dari berbagai infeksi dan dapat meningkatkan kekuatan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit menular.
3. Mengatasi kolesterol dan mengurangi risiko strok dan masalah jantung.
Menurut Brown, dkk. (1999) dalam American Journal of Clinical Nutrition “kolesterol jahat” atau low-density lipoprotein dapat menyebabkan penumpukan lemak dan endapan lilin di arteri dan membahayakan jantung. Komplikasi kardiovaskular terkait dengan tingginya kadar kolesterol LDL, termasuk strok dan jantung koroner. Jumlah natrium dan kolesterol yang dapat diabaikan dalam jambu air menurunkan kemungkinan strok dan penyakit kesehatan seperti peradangan, kerusakan oksidatif, kesehatan jantung, aterosklerosis, tekanan darah, dan kesehatan endotelium.
Perkembangan plak dalam tubuh yang mengakibatkan strok atau serangan jantung dapat dihindari dengan konsumsi vitamin C. Hal tersebut sesuai studi yang dihasilkan oleh Yassir, dkk. (2022) dalam jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity.
4. Mengurangi racun dalam tubuh
Memiliki sifat diuretik, jambu air secara tradisional digunakan dalam banyak ramuan untuk membersihkan racun hati dan ginjal secara efektif. Bahan kimia beracun dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, kanker, dan radang sendi. Jambu air dapat menghilangkan zat beracun dari dalam tubuh, sehingga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan (Mohanty, S., & Cock, I. E. (2010) dalam Bioactivity of Syzygium jambos methanolic extracts: Antibacterial activity and toxicity.
5. Menjaga kesehatan kulit
Jambu air memiliki sifat antidermatofit: antijamur, antibakteri, dan antiinflamasi yang dapat membantu mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh Acne vulgaris dan infeksi kulit. Antioksidan yang dikandungnya membantu menjaga kesehatan kulit yang optimal dengan mengurangi kerusakan akibat stres, polusi, dan pola makan yang buruk. Ekstrak daunnya kaya akan senyawa fenolik yang mampu melindungi dari radikal bebas dan menjadikannya salah satu bahan penting dalam produk kosmetik perawatan kulit sesuai studi oleh Palanisamy, dkk. (2011) dalam International Journal of Cosmetic Science.
6. Memiliki aktivitas antiproliferasi yang dapat mencegah perkembangan sel kanker
Kehadiran vitamin C, vitamin A, dan senyawa organik aktif lainnya membantu mencegah perkembangan sel kanker. Para ilmuwan telah meneliti jambu air bermanfaat dalam mengobati kanker prostat dan payudara (Yassir dkk. (2022) dalam jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity).
7. Melancarkan pencernaan
Kandungan serat yang tinggi pada jambu air mempermudah transportasi makanan melalui saluran pencernaan Anda dan meredakan sembelit. Dalam pengobatan tradisional, biji jambu air telah digunakan untuk mencegah diare dan disentri. (Yassir dkk. (2022) dalam jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....