Pasar Modal Instrumen Keuangan Jangka Panjang
- 18 Agt 2024 21:00 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjual belikan, baik surat utang atau obligasi, saham, reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal juga dapat disebutkan sebagai kegiatan yang terkait dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahan publik yang berhubungan dengan efek yang di munculkannya serta lembaga dan profesi yang terkait dengan efek .
Ini diungkapkan Lanto Miriatin Amali dalam desertasinya terkait pengaruh suku bunga manajemen laba, investmen opportunity set terhadap peringkat obligasi dan corporate social responsibity CSR sebagai variabel intervening perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia, ketika mengikuti Gelar uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor ilmu manajemen Pada Program Pasca Sarjana PPS UMI Makassar ,.
Di depan Tim Penyanggah dari internal umi makassar dan external unhas makassar dengan ketua Sidang Rektor umi makassar Prof Dr.H.Sufirman Rahman SH MH, Promovendus Lanto Miriatin Amali yang juga Dosen di Universitas Gorontalo mengatakan Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi yaitu sebagai sarana pendanaan usaha atau sarana bagi perusahaan untuk memperoleh dana dari masyarakat pemodal atau investor dan kedua pasar modal menjanjikan keuntungan yang cukup tinggi dibanding instrumen lain.
Pada bagian lain Promovendus Lanto Miriatin Amali yang lahir di Gorontalo 22 Oktober 1981 mengungkapkan Secara umum meski obligasi dianggap sebagai investasi yang aman, namun juga memiliki resiko, salah satunya resiko itu yaitu ke tidak mampuan perusahaan untuk melunasi obligasi kepada investor.Peringkat Obligasi jelas promovendus Lanto adalah peringkat yang diberikan oleh suatu perusahaan atau lembaga penilai obligasi mengenai kelayakan atau kemampuan penerbit obligasi
Lanto menambahkan peringkat mengukur kekayakan kredit dan kemampuan kreditur membayarkan kembali polok serta bunga obligasi ke investor, hal ini mencerminkan resiko yang terkandung dalam obligasi tersebut.Semakin tinggi atau baik peringkat obligasi maka potensi gagal bayarnya semakin rendah.Sebaliknya semakin rendah peringkat obligasi maka semakin besar resiko terjadinya gagal bayar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....