Mengenal Metode UHT, Teknik Pengawetan pada Susu
- 11 Jul 2024 19:21 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: UHT (Ultra High Temperature) merupakan metode pengawetan minuman salah satunya susu. Metode ini juga digunakan untuk jus buah, sup kalengan, sup, krim, dan cairan lainnya.
Dikutip dari laman id.wikipedia.org, saat ini yang paling umum menggunakan metode UHT untuk mengawetkan susu. Susu terlebih dahulu dipanaskan selama 2-3 detik di suhu 135 sampai 150 °C dan segera didinginkan sampai 4-5 °C . Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti aslinya. Semua kuman atau mikroorganisme termasuk bakteri (patogen) dihancurkan oleh suhu ultra tinggi.
Berdasarkan sejarahnya, dari laman klasika.kompas.id dijelaskan bahwa UHT dihadirkan oleh ilmuwan Jerman, Dr. William Ridal pada tahun 1778. Saat itu, Ridal mempraktekkan metode dengan menggunakan alat Bunsen Burner untuk mensterilkan peralatan bedah. Dari situlah Ridal menemukan tingkat infeksi pada pasien berkurang signifikan setelah melakukan teknik tersebut.
Saat ini, keunggulan teknologi aseptik berasal dari proses pemanasan UHT yang canggih digunakan untuk menjaga kesegaran susu. Teknologi UHT mampu mempertahankan rasa, warna, tekstur, serta kandungan nutrisi alami.
Kelebihan lain dari teknologi UHT, yakni memungkinkan susu dapat disimpan dan didistribusikan tanpa memerlukan pendinginan dalam waktu yang lama (selama kemasan belum dibuka atau tidak rusak). Selain itu, teknologi aseptik membuat susu lebih praktis dan aman untuk dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....