Mengenal Istilah Red Flag; Sejarah dan Perkembangannya
- 04 Jul 2024 08:13 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Istilah “Red Flag” belakangan marak digunakan seiring dengan kabar putusnya hubungan pertunangan penyanyi dangdut Ayu Tingting. Awalnya istilah Red Flag hanya digunakan pada peristiwa pertempuran.
Merdeka.com menyebut, Peristiwa sejarah yang menggambarkan makna awal red flag dengan tepat adalah saat jenderal Meksiko, Antonio López de Santa Anna mengibarkan bendera merah kepada pasukan Texas.
Pada tahun 1600-an, red flag atau bendera merah digunakan untuk memberi sinyal bahwa pasukan siap untuk bertempur dan pada abad berikutnya, bendera merah sudah bergeser makna menjadi ungkapan yang bermakna "peringatan" atau "tanda bahaya", sebagaimana dilansir dari situs Grammarist, demikian merdeka.com menyebut. Kemudian, makna bendera merah bergeser menjadi "tanda bahaya" pada 1777.
Sementara itu, belakangan istilah Red flag lebih diartikan sebagai tanda bahaya dalam hubungan, yang mengacu pada tanda peringatan yang menunjukkan perilaku tidak sehat atau manipulative, demikian dilansir dari Halo.doc. Selain itu, istilah red flag juga sering kali digunakan dalam percakapan seputar hubungan yang beracun (toxic) atau penuh kekerasan.
Toksisitas dapat muncul dalam hubungan dekat mana pun: teman, kolega, anggota keluarga, atau pasangan. Adapun, red flag pada pria atau wanita bisa menjadi tanda narsisme, agresi, viktimisasi (mengaku korban padahal pelaku) atau bahkan perilaku kasar, sebagaiman dikutip dari halidoc.com
Ketika seseorang menemukan dan menyadari adanya red flag dalam hubungan, inilah saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan merenungkan hubungan tersebut. Halodoc.com mengungkap Alasannya, perilaku toksik dalam hubungan umumnya tidak kentara atau bahkan dimaklumi, padahal dampaknya berbahaya. Hal ini berisiko menyebabkan diri sendiri dan orang lain terluka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....