Meningkatkan Interaksi dengan Hook yang Tepat
- 05 Jun 2024 12:57 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Istilah "hook" dalam digital marketing semakin populer seiring dengan perkembangan strategi pemasaran yang semakin kompleks. Hook merupakan elemen penting dalam konten pemasaran yang berfungsi untuk menarik perhatian audiens dalam waktu singkat.
“Ketika kita bicara konten tentunya ada hal yang harus diperhatikan kenapa karena yang menikmati konten kita ini bukan robot, audiens kita adalah orang atau manusia yang punya rasa bosan yang kita sebut mood dalam dunia pengelolaan konten, nah penting bagi kita untuk membangun ketertarikan orang agar tidak bosan dalam melihat konten yang kita sajikan “ ungkap CEO Object Media Digitama – Muh. Syahar S, dalam perbincangan di Mozaik Indonesia berjudul " Pemanfaatan Media Digital Bagi Pelaku UMKM " di studio PRO1 RRI Makassar, Senin (4/6/2024).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Content Marketing Institute, menyebutkan bahwa konten yang berhasil memancing emosi cenderung lebih efektif dalam menggaet audiens. Selaku pendamping umkm dalam penggunaan media digital.
“Kegagalan yang dialami khususnya bagi para konten creator pemula itu karena tidak memperhatikan Hook atau “ rasa penasaran orang “. kata Sahar
Hook ini penting untuk membuat pengguna media digital menyelesaikan konten yang kita sajikan contoh ; konten video akan gagal di 2-3 detik pertama ketika kita tidak menampilkan Hook, bagaimana menimbulkan rasa penasaran dari audiens agar mau melihat konten video itu sampai selesai, jadi mohon maaf ketika 2-3 detik pertama itu gagal, Golden duration itu gagal maka, konten itu tidak akan disaksikan sampai selesai.
Penggunaan hook yang efektif juga dapat meningkatkan tingkat konversi. Sebuah studi oleh HubSpot menemukan bahwa kampanye pemasaran yang menggunakan hook yang menarik mengalami peningkatan konversi hingga 30% dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya. Hook adalah elemen esensial dalam digital marketing yang tidak boleh diabaikan oleh para pemasar yang ingin sukses di era digital ini.
“Walaupun terkadang hook yang negatif lebih sering membuat orang penasaran dan mau mendengarkan atau menyimak, menjadi tugas content creator untuk mengemas hook tanpa harus menyinggung suku, agama, Ras dan antar golongan. Agar konten yang tersaji adalah sesuatu yang menghibur tapi tidak menyinggung Sara”, tegas Coach Sahar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....