Kemenag Parepare Intensifkan Pembimbingan Siswa menuju OMI Tingkat Provinsi
- 30 Sep 2026 18:55 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Kementerian Agama Kota Parepare memperkuat persiapan peserta didik yang akan membawa nama daerah pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Persiapan dilakukan melalui pembimbingan intensif selama dua hari yang difokuskan pada kebutuhan peserta di masing-masing jenjang.
Pembimbingan peserta tingkat Madrasah Aliyah (MA) dipusatkan di MAN 2 Kota Parepare, sedangkan peserta jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengikuti kegiatan di MTs DDI Lilbanat. Sementara itu, peserta tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) mendapatkan pendampingan di MI Al-Mustaqim sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi Olimpiade Madrasah.
Kegiatan tersebut dipantau langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Irfan Daming, bersama Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) dan jajaran staf Seksi Penmad. “Pembimbingan ini kami lakukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang lebih terarah sesuai kebutuhan dan materi yang akan mereka hadapi,” ujar Irfan Daming, Rabu 30 September 2026.
Menurut Irfan, pembimbingan peserta tidak seharusnya hanya diarahkan pada kemampuan menyelesaikan latihan soal. “Pembimbingan ini bukan hanya soal mencari jawaban, tetapi bagaimana anak-anak memahami prosesnya, mengetahui cara menyelesaikan soal, dan mampu mengevaluasi kembali jawaban yang diperoleh,” katanya.
Ia menjelaskan, kemampuan memahami konsep menjadi salah satu bekal penting bagi peserta ketika menghadapi soal dengan tingkat kesulitan yang beragam. “Anak-anak perlu memahami konsep, berpikir dengan tepat, teliti dalam mengerjakan soal, sekaligus mengetahui strategi yang digunakan untuk mendapatkan jawaban,” tutur Irfan.
Ketelitian juga menjadi perhatian dalam proses pembimbingan karena peserta tidak cukup hanya memperoleh hasil akhir dari sebuah soal. “Ketika hasil perhitungan tidak sesuai dengan pilihan jawaban, jangan langsung menganggap jawabannya benar, tetapi harus dicek kembali proses pengerjaannya,” jelasnya.
Menurut Irfan, kebiasaan mengevaluasi kembali proses pengerjaan dapat membantu peserta menemukan kesalahan sekaligus memahami materi secara lebih mendalam. “Inilah salah satu manfaat pembimbingan, karena anak-anak belajar bukan hanya mendapatkan jawaban, tetapi juga memahami mengapa jawaban tersebut bisa diperoleh,” ujarnya.
Di sisi lain, pembimbingan untuk menghadapi Olimpiade Madrasah tetap menempatkan pembelajaran rutin di sekolah sebagai fondasi utama. “Pembelajaran di sekolah tetap menjadi dasar, sedangkan pembimbingan khusus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendapatkan pendampingan yang lebih sesuai dengan karakteristik materi,” kata Irfan.
Selain kemampuan akademik, peserta juga diarahkan untuk membangun kemandirian dalam belajar selama masa persiapan kompetisi. “Guru dan pembimbing memberikan arahan, strategi, serta penguatan terhadap materi yang masih perlu ditingkatkan, tetapi anak-anak tetap harus didorong untuk belajar secara mandiri,” ungkapnya.
Kemenag Kota Parepare berharap pola pendampingan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan dapat membuat peserta lebih siap menghadapi OMI tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. “Yang kita harapkan bukan hanya hasil, tetapi proses belajar yang membuat anak-anak semakin percaya diri, teliti, dan mampu berpikir secara mandiri,” pungkas Irfan Daming.
Pembimbingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Parepare dalam mendampingi peserta didik madrasah sebelum mengikuti kompetisi di tingkat provinsi. “Kami ingin memastikan para peserta mendapatkan persiapan yang optimal sehingga mereka dapat membawa nama Kota Parepare dengan kesiapan yang baik pada ajang OMI,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....