InCAMP 2026 Dorong Dosen Indonesia Timur Tembus Jurnal Internasional

  • 30 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus memperkuat kapasitas dosen di kawasan Indonesia Timur dan Tengah melalui Inclusive Publication Camp (InCAMP) 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel ilmiah hingga menembus jurnal internasional.

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi lokasi monitoring dan evaluasi peserta InCAMP Batch 1, Rabu hingga Kamis, 30 September–1 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan setelah peserta menjalani pendampingan penulisan artikel selama sekitar empat bulan, mulai dari penyusunan naskah hingga persiapan menghadapi proses review jurnal.

Ketua Tim Artikel Ilmiah Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Muhammad Husni Tamrin, mengatakan program tersebut secara khusus berupaya menjawab kebutuhan dosen, terutama di wilayah Indonesia Timur dan Tengah. “Kami maksimalkan untuk sebesar-besarnya bisa memfasilitasi kebutuhan teman-teman dosen, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan Tengah,” kata Husni. Rabu, 30 September 2026.

InCAMP 2026 merupakan pengembangan dari program percontohan yang dilaksanakan pada 2025 dengan satu batch berisi 40 peserta. Berdasarkan pembaruan data per 25 September 2026, dari peserta Batch 1 tahun ini, 33 masih dalam proses penulisan artikel, sembilan telah melakukan submit, empat artikel berstatus under review, dua telah accepted, dan dua lainnya sudah terbit. Husni menyebut proses tersebut membutuhkan konsistensi karena peserta tetap menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi selama masa pendampingan.

Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menilai pelaksanaan InCAMP memberikan manfaat bagi peserta maupun institusi. Pendampingan membantu dosen memahami proses memperbaiki artikel dan menentukan jurnal tujuan. Ia mengibaratkan pencarian jurnal tanpa pendampingan seperti “meraba dalam hutan yang sangat gelap”. “Kegiatan ditempatkan di Unismuh ini sangat berdampak bagi kami. Sangat bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Mustakim, S.Sos., M.Si., menilai model pendampingan InCAMP dapat menjadi referensi untuk penguatan publikasi di tingkat wilayah. Peserta tidak hanya mengikuti materi persiapan submit dan monitoring artikel, tetapi juga memperoleh pendampingan kelompok serta studi kasus mengenai cara merespons reviewer dari bidang engineering dan social science.

Pelaksanaan InCAMP di Makassar sekaligus memperkuat peran kota tersebut sebagai titik pertemuan akademisi dari berbagai wilayah Indonesia Timur. Program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah artikel yang terbit, tetapi membangun kemampuan dosen untuk menulis, melakukan submit, merespons reviewer, dan menghasilkan publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....