Pokjawas Sulsel Perkuat Implementasi KBC Lewat Pendampingan Madrasah

  • 29 Sep 2026 19:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah Sulawesi Selatan mulai mendapat penguatan melalui program pendampingan langsung. Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar webinar bertajuk “Sukses Satu Pengawas Satu Madrasah Piloting” pada Selasa, 29 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pengawas dalam peningkatan mutu pendidikan.

Webinar tersebut diikuti pengawas madrasah, kepala madrasah, dan guru dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyuddin Hakim, yang menempatkan pengawas sebagai bagian penting dalam proses pendampingan madrasah.

Menurut Wahyuddin, keberadaan pengawas tidak semestinya hanya berkaitan dengan fungsi pengawasan administratif. “Pengawas adalah fasilitator di madrasah untuk meningkatkan mutu madrasah,” ujar Wahyuddin Hakim.

Karena itu, pengawas didorong lebih aktif memberikan pendampingan dan penguatan kepada satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia menegaskan, pengawas perlu hadir untuk membantu madrasah berkembang sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyuddin juga menyoroti penerapan KBC yang kini terus didorong di lingkungan madrasah. “Kurikulum Berbasis Cinta adalah cinta tanpa syarat,” katanya, seraya menekankan pentingnya penerapan nilai tersebut dalam kehidupan warga madrasah.

Implementasi KBC, menurut dia, tidak cukup berhenti pada pemahaman mengenai konsep atau materi kurikulum. “Implementasi lima Panca Cinta diharapkan dapat terimplementasi dengan baik, bukan hanya di kalangan pengawas, tetapi juga guru dan murid,” ujar Wahyuddin.

Nilai-nilai Panca Cinta selanjutnya diharapkan hadir dalam aktivitas pembelajaran dan budaya madrasah. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk pola interaksi yang lebih kuat antara pengawas, kepala madrasah, guru, dan peserta didik dalam lingkungan pendidikan.

Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, Ridwan, turut meminta agar madrasah yang masuk dalam program piloting mengikuti proses pendampingan dengan serius. “Kami berharap seluruh piloting serius mengawal Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah,” tutur Ridwan.

Ridwan juga menekankan tanggung jawab pengawas yang mendapat amanah mendampingi madrasah piloting. Menurutnya, pengawas harus memastikan implementasi KBC dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan, bukan sekadar dipahami sebagai sebuah konsep.

“Pengawas harus hadir memberikan pendampingan sehingga implementasi KBC tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi benar-benar terlihat dalam proses pendidikan di madrasah,” kata Ridwan. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam program “Satu Pengawas Satu Madrasah Piloting” yang dikembangkan Pokjawas Madrasah Sulawesi Selatan.

Penguatan implementasi KBC dalam webinar tersebut juga dilengkapi materi dari Yun Yun Yunadi yang merupakan bagian dari Tim Pengembang MAGIS. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus strategi pelaksanaan program pada madrasah yang menjadi bagian dari piloting.

Kegiatan yang dipandu Mardiana, Pengawas Madrasah Kemenag Kota Makassar, itu mempertemukan unsur pengawas, kepala madrasah, dan guru dari berbagai wilayah Sulawesi Selatan. “Pengawas harus hadir memberikan pendampingan dan penguatan agar madrasah terus berkembang,” kata Wahyuddin.

Melalui program tersebut, Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan berupaya membangun pola pendampingan yang lebih terarah dalam penerapan KBC. Kolaborasi antara pengawas, kepala madrasah, dan guru diharapkan membuat nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya dipahami dalam forum pelatihan, tetapi juga semakin terlihat dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....