Bukan Cipta Gelar, Pascasarjana Unismuh Dituntut Jadi Pencipta Ilmu

  • 21 Sep 2026 18:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sultanbatara, Prof. dr. Budu, menegaskan bahwa pendidikan jenjang pascasarjana tidak boleh sekadar dijadikan sebagai ajang untuk mengumpulkan gelar akademik belaka. Ia menuntut seluruh mahasiswa magister dan doktor agar mampu mentransformasikan diri menjadi pencipta pengetahuan baru yang sanggup menghadirkan inovasi serta solusi nyata atas pelbagai permasalahan kompleks di tengah masyarakat luas.

Pesan mendalam tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum pada agenda Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar tahun akademik 2026/2027. Kegiatan akademik yang mengangkat tema Transformasi Keilmuan dan Tantangan Akademik di Era Global tersebut dipusatkan di Ruang I’Gift Lantai dua Menara Iqra Unismuh Makassar pada Senin 21 September 2026 dengan dihadiri ratusan peserta dari jenjang magister dan doktor.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Kepala LLDIKTI IX memaparkan pergeseran peran akademik yang mendasar antara jenjang pendidikan menengah, sarjana, dan pascasarjana. Menurutnya, siswa sekolah menengah berada pada tahapan penerima informasi, sedangkan mahasiswa sarjana bertindak sebagai pengguna ilmu. Adapun mahasiswa pascasarjana memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar untuk menguji, mengkritisi, serta melahirkan kebaruan teori yang bermanfaat bagi publik.

Ia mengingatkan agar seluruh civitas akademika tidak terjebak pada orientasi formalitas pengejaran gelar tanpa dibarengi dengan peningkatan mutu keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ia menyampaikan, “Bukan sekadar mencari gelar. Ketika kita menjadi master atau doktor, ilmunya juga harus ikut. Itu pertanggungjawaban akademik yang harus kita emban setelah mendapatkan gelar,” tegas Prof. dr. Budu saat membawakan materi pada Senin 21 September 2026.

Menanggapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Prof. dr. Budu mengimbau agar para akademisi tidak menghindari pemanfaatan perangkat digital tersebut dalam menunjang riset. Kendati demikian, ia menekankan bahwa keberadaan kecerdasan buatan hanyalah alat bantu analisis, sehingga proses berpikir kritis, etika, integritas moral, serta kreativitas manusia tetap menjadi pilar utama yang tidak dapat digantikan oleh mesin komputer mana pun.

Sementara itu, Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, Prof. Andi Sukri Syamsuri, menggarisbawahi krusialnya pemikiran kolaboratif lintas disiplin ilmu guna menjawab tantangan era globalisasi yang semakin dinamis. Ia memisalkan penanganan krisis kesehatan dunia yang membutuhkan sinergi antara ilmu medis, statistik, sosiologi, dan komunikasi, sehingga mahasiswa pascasarjana diimbau untuk memperkuat tradisi publikasi ilmiah bereputasi secara bersama-sama.

Direktur Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Prof. Erwin Akib, mengonfirmasi bahwa jumlah mahasiswa baru yang diterima pada periode ini mencapai 435 orang yang tersebar di 17 program studi. Pihak pengelola pascasarjana berkomitmen penuh untuk menjaga mutu layanan akademik, memfasilitasi percepatan masa studi yang efisien, serta mendorong setiap karya penelitian ilmiah mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi berkesinambungan bagi pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....