Cuaca, Muatan dan Stabilitas Kapal dalam Keselamatan Pelayaran
- 20 Sep 2026 17:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Keselamatan transportasi laut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kapal saat berlayar, melansir imo.org juga mencakup manusia, muatan, cuaca, prosedur operasi, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat. Setiap unsur tersebut saling berkaitan dan perlu diperhatikan sejak sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.
Dalam pelayaran kapal penyeberangan, salah satu hal utama yang menjadi krusial adalah menjaga stabilitas kapal. Melansir imo.org stabilitas dipengaruhi oleh berat dan distribusi muatan, titik berat, kondisi ballast, sarat kapal, serta kemampuan kapal untuk kembali tegak setelah mengalami oleng.
Pengaturan kendaraan juga menjadi bagian penting karena pergeseran muatan dapat memengaruhi keseimbangan kapal. Ketentuan Kementerian Perhubungan mengatur penimbangan, penempatan, serta pengikatan kendaraan atau lashing untuk mencegah kendaraan bergeser selama pelayaran.
Cuaca dan gelombang tinggi menjadi faktor lain yang perlu diperhitungkan sebelum dan selama perjalanan. Melansir bmkg.go.id kondisi laut dapat meningkatkan beban yang diterima kapal sehingga informasi mengenai stabilitas dan batas operasional perlu menjadi bagian dari pengambilan keputusan pelayaran.
Keselamatan juga berkaitan dengan kondisi kapal dan kemampuan sistemnya menghadapi keadaan darurat. International Maritime Organization (IMO) imo.org melalui ketentuan Safety of Life at Sea (SOLAS) atau keselamatan jiwa di laut menempatkan konstruksi, stabilitas, integritas kedap air, peralatan keselamatan, serta pengoperasian kapal sebagai bagian dari persyaratan keselamatan pelayaran.
Pada kapal penumpang, kesiapan awak dan penumpang menghadapi keadaan darurat memiliki peran penting. IMO juga menempatkan pelatihan awak, pengelolaan penumpang, jalur evakuasi, peralatan keselamatan, komunikasi, serta prosedur keadaan darurat sebagai bagian dari keselamatan kapal penumpang.
Pengalaman investigasi kecelakaan pelayaran di Indonesia juga menunjukkan pentingnya melihat hubungan antara kondisi muatan dan stabilitas kapal. Melansir laporan investigasi KMP Rafelia 2 knkt.go.id, KNKT membahas faktor pemuatan dan masuknya air ke geladak kendaraan yang berkaitan dengan perubahan stabilitas kapal.
Pendekatan keselamatan saat ini juga mendorong pengelolaan risiko sebelum kecelakaan terjadi. IMO menggunakan Formal Safety Assessment sebagai metode sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, menentukan pilihan pengendalian, serta mendukung pengambilan keputusan keselamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....