Unhas Kejar Target Zero Emission, Energi Baru Jadi Andalan
- 18 Sep 2026 09:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat langkah menuju penggunaan energi yang lebih bersih dengan menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), teknologi energi berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa menyatakan kampus siap memperkuat kerja sama dengan Kementerian ESDM dalam pengembangan sektor energi. Menurutnya, energi baru harus mulai ditempatkan bukan hanya sebagai bagian dari kebijakan, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.
Ia menilai pengembangan EBT dan efisiensi energi perlu berjalan beriringan dengan perubahan gaya hidup. Indonesia, kata Prof JJ, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan cepat, tetapi juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut berjalan lebih hijau.
“Kami telah menerbitkan Peraturan Rektor terkait target zero emission. Salah satu implementasinya adalah kebijakan penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan dinas,” ujarnya, dalam keterangannya, Rabu 16 September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Unhas dalam mendorong pemanfaatan energi baru di lingkungan kampus. “Mulai tahun ini tidak ada lagi pembelian kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar fosil, semua harus kendaraan listrik,” sambung Prof JJ.
Menurut Prof JJ, transisi energi tidak dapat hanya mengandalkan satu bidang keilmuan karena persoalannya saling berkaitan. Selain metalurgi, sektor ekonomi, pertanian, peternakan, dan kelautan juga dinilai memiliki peran dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan.
Kolaborasi Unhas dengan Kementerian ESDM selanjutnya diharapkan mencakup riset, pengembangan teknologi, pemanfaatan EBT, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung proses transisi energi sekaligus memperkuat pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menilai Unhas memiliki potensi besar untuk terlibat dalam berbagai program pengembangan energi. Bidang energi baru, khususnya EBT dan konversi energi, menjadi salah satu ruang kerja sama yang dinilai terbuka untuk dikembangkan.
Prof Eniya menjelaskan bahwa energi masa depan tidak hanya berbicara mengenai teknologi pembangkit atau sumber energi. Perkembangannya juga berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, metalurgi, proses daur ulang, critical minerals, hingga teknologi baterai.
Peluang kerja sama kelembagaan juga turut dibahas dalam penguatan hubungan Unhas dan Kementerian ESDM. Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah pembentukan kantor perwakilan Kementerian ESDM di lingkungan universitas.
Di sisi lain, Prof Eniya mengapresiasi komitmen Unhas dalam mendorong pemanfaatan EBT di kawasan kampus. Berbagai fasilitas universitas dinilai dapat diarahkan menggunakan sumber energi terbarukan yang dipadukan dengan konsep green building.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi baru di lingkungan perguruan tinggi dapat dikembangkan melalui berbagai sisi, mulai dari kebijakan kendaraan hingga pengelolaan fasilitas kampus. Dengan kolaborasi riset dan kelembagaan, Unhas dan Kementerian ESDM membuka ruang lebih luas untuk memperkuat pengembangan teknologi energi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung transisi energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....