Menteri UMKM Maman Dorong Kampus Cetak Wirausahawan Baru
- 16 Sep 2026 19:51 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdulrahman mendorong perubahan pola pikir masyarakat Indonesia agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan. Menurutnya, masyarakat perlu mulai melihat peluang untuk menjadi pencipta lapangan kerja sekaligus membangun usaha sendiri.
Maman menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam perubahan tersebut karena menjadi tempat berkembangnya ilmu, riset, dan inovasi. Kampus bahkan didorong berada di garis depan untuk melahirkan wirausahawan baru yang dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Hal itu disampaikan Maman saat menghadiri program Wirausaha Unggulan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan tersebut, ia menyoroti masih rendahnya rasio kewirausahaan Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara maju.
Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia disebut baru mencapai 3,2 persen, sedangkan rata-rata negara maju telah berada di atas 5 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong lebih banyak wirausahawan baru agar muncul dari berbagai kalangan, termasuk lingkungan perguruan tinggi.
“Selama ini mindset kita masih berada di comfort zone, lebih banyak diarahkan menjadi pegawai atau aparat. Padahal, jika kita ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran, jumlah pengusaha harus ditingkatkan. Semakin banyak pengusaha, semakin besar penyerapan tenaga kerja,” ujar Maman, dikutip, Rabu 16 September 2026.
Menurut Maman, peningkatan jumlah pengusaha memiliki kaitan dengan kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, pembentukan pola pikir kewirausahaan dinilai perlu dilakukan sejak masyarakat berada di lingkungan pendidikan.
Sulawesi Selatan sendiri mendapat perhatian khusus dari Maman karena dinilai memiliki tradisi kewirausahaan yang kuat. Ia mengapresiasi semangat masyarakat Sulsel yang memiliki rekam jejak dalam melahirkan saudagar tangguh dan mengembangkan usaha di berbagai daerah.
Potensi tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui peran Universitas Hasanuddin sebagai salah satu perguruan tinggi besar di kawasan timur Indonesia. Maman berharap Unhas mampu menjadi pionir sekaligus pusat inkubasi bagi lahirnya wirausahawan baru dari kalangan generasi muda. “Kampus adalah pusat ilmu, riset, dan inovasi. Hampir di seluruh negara maju, kampus selalu dilibatkan dalam proses tumbuh kembang wirausaha,” tambahnya.
Dorongan terhadap kampus untuk mencetak wirausahawan baru juga menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan program pembiayaan. Pengetahuan, inovasi, riset, dan pendampingan dari lingkungan akademik diperlukan agar calon pengusaha memiliki fondasi untuk mengembangkan gagasan menjadi usaha.
Dengan potensi kewirausahaan yang sudah berkembang di Sulawesi Selatan, Unhas memiliki ruang untuk mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Maman berharap langkah tersebut dapat memperbanyak generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....