Unhas Hadapi Era AI, Jejaring Asia Jadi Modal Penting

  • 17 Sep 2026 11:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perkembangan teknologi kini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, dengan kecerdasan artifisial atau AI mulai masuk ke berbagai ruang kehidupan. Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menilai perubahan tersebut membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting.

Bagi dunia akademik, perubahan teknologi tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga persoalan baru seperti keamanan siber, ketahanan jaringan hingga kesenjangan akses digital. “Ketahanan masyarakat tidak lahir dari kemampuan untuk menghindari perubahan, tetapi dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menghadapi perubahan,” jelas Prof. JJ, Rabu 16 September 2026.

Situasi tersebut membuat perguruan tinggi dituntut tidak sekadar menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan hasil pendidikan dan penelitian dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Pandangan itu menjadi salah satu dasar Unhas dalam melihat kembali perjalanannya bersama School on Internet (SOI) Asia yang telah berlangsung sejak 2001.

Selama lebih dari dua dekade, Unhas menjadi bagian dari jejaring yang mempertemukan institusi pendidikan dan penelitian di kawasan Asia-Pasifik melalui pemanfaatan teknologi internet. “Di sinilah perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting, untuk memastikan pengetahuan dan teknologi memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Prof. JJ.

Perjalanan tersebut kini memasuki konteks yang berbeda karena teknologi digital telah berkembang dari persoalan jaringan dan akses pendidikan menuju isu yang jauh lebih kompleks. AI, keamanan siber, pendidikan digital, jaringan yang tangguh, serta kolaborasi riset menjadi bagian dari pembahasan yang semakin relevan bagi Unhas dan perguruan tinggi lainnya.

Dalam forum SOI Asia, Prof. JJ hadir sebagai panelis bersama perwakilan institusi anggota lainnya untuk membahas posisi perguruan tinggi menghadapi perubahan teknologi. Pembahasan itu sekaligus memperlihatkan pentingnya penguatan kapasitas manusia karena perkembangan teknologi tetap membutuhkan individu dan lembaga yang mampu menggunakannya secara tepat.

Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (LTDKA) Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., mengatakan pengalaman Unhas dalam SOI Asia menjadi gambaran bagaimana sebuah jejaring akademik dapat terus mengikuti perkembangan zaman. “Unhas telah mengambil bagian dari komunitas SOI Asia sejak 2001,” jelas Prof. Niswar.

Menurut Prof. Niswar, perubahan agenda SOI Asia menjadi salah satu tanda bahwa jejaring tersebut tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah transformasi digital. “Bandung Declaration 2026 adalah penegasan bahwa jejaring ini masih relevan, untuk menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan kolaborasi akademik saat ini,” ujarnya.

Bagi Unhas, keterlibatan dalam jejaring Asia-Pasifik juga membuka peluang bagi sivitas akademika untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, teknologi dan mitra riset. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mendorong inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan pendidikan maupun persoalan masyarakat.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan SOI-Asia Bandung Declaration 2026 oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. bersama pimpinan institusi anggota SOI Asia. Deklarasi itu menegaskan kembali komitmen komunitas akademik dan riset untuk membangun masyarakat global yang lebih tangguh melalui penguatan hubungan antarlembaga.

Bagi Unhas, deklarasi tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan panjang yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun. “Ketahanan masyarakat tidak lahir dari kemampuan untuk menghindari perubahan, tetapi dari kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menghadapi perubahan,” kembali ditegaskan Prof. JJ dalam melihat tantangan transformasi teknologi.

Dari pengembangan jaringan internet pada awal keterlibatannya hingga memasuki era AI, Unhas menempatkan teknologi sebagai bagian dari penguatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prof. Niswar menyebut perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi akademik tetap diperlukan ketika perubahan teknologi berlangsung semakin cepat.

SOI Asia 61st Meeting and 30th Anniversary Conference menjadi ruang untuk membahas perkembangan teknologi, pendidikan, riset dan arah jejaring akademik di kawasan Asia-Pasifik. Kegiatan tersebut berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, pada 31 Agustus hingga 2 September 2026.

Perubahan teknologi akan terus berlangsung, tetapi kesiapan manusia dan institusi menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk diperkuat. “Jangan berhenti memanfaatkan peluang yang ada untuk mengembangkan diri,” pesan Prof. JJ, yang menjadi dorongan agar sivitas akademika Unhas terus mengambil peluang di tengah perubahan teknologi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....