Upacara Dies Natalis ke-70, Unhas Tegaskan Arah sebagai The Impactful University

  • 10 Sep 2026 19:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan arah transformasi sebagai The Impactful University pada peringatan Dies Natalis ke-70 yang mengusung tema “7 Dekade Unhas: Berdampak-Mendunia”. Transformasi tersebut ditandai dengan perubahan orientasi kinerja perguruan tinggi, dari capaian administratif menuju pengukuran dampak nyata yang dihasilkan melalui pendidikan, riset, dan inovasi.

Upacara Peringatan Dies Natalis ke-70 berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis 10 September 2026. Upacara dibuka oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.

Dalam sambutannya, Prof. JJ menegaskan, perguruan tinggi perlu bergerak melampaui fungsi menghasilkan kepakaran, menuju institusi yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan negara. Transformasi tersebut tercermin dalam perubahan cara Unhas mengevaluasi kinerja institusi, dari pencapaian administratif menuju pengukuran dampak nyata (outcome).

Keberhasilan perguruan tinggi semakin dilihat dari sejauh mana hasil riset dapat diterapkan sebagai solusi ekonomi, paten dapat dikomersialisasikan, serta lulusan terserap pada sektor kerja formal. Pendekatan ini menempatkan proses akademik tidak berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatannya.

“Dari sisi reputasi akademik global, arah tersebut berjalan seiring dengan peningkatan posisi dalam QS World University Rankings 2027. Unhas berhasil menembus kelompok 851–900 dunia. Di tingkat Asia, Unhas juga naik ke peringkat 201 dalam QS Asia University Rankings 2026. Posisi tersebut menempatkan Unhas pada peringkat 57 Asia Tenggara sekaligus dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” jelas Prof. JJ.

Lebih lanjut, Prof. JJ menambahkan konsep Unhas Berdampak-Mendunia selanjutnya diwujudkan melalui integrasi Tridarma Perguruan Tinggi dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, Unhas berhasil naik dari kelompok 401–600 dunia pada 2024 dan 2025 menjadi kelompok 201–300 dunia pada 2026. Dampak riset berbasis kawasan juga tercermin pada capaian SDGs 1 dengan peringkat 58 dunia, SDGs 15 peringkat 87, SDGs 3 pada kelompok 101–200, serta SDGs 17 pada kelompok 201–300 dunia.

Dampak tersebut terlihat lebih konkret dari pemanfaatan hasil riset Unhas di masyarakat. Sebanyak 139 hasil riset telah dimanfaatkan secara langsung, seperti Ayam Alope sebagai ayam lokal unggul, Jagung Jago sebagai jagung adaptif untuk mendukung ketahanan pangan, serta Drone Unhas sebagai teknologi presisi untuk pemetaan wilayah dan mitigasi bencana.

“Capaian ini memperlihatkan bahwa keberdampakan riset diukur dari kemampuannya menjawab kebutuhan nyata, sekaligus memperkuat peran Unhas dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan bagi masyarakat,” tambah Prof. JJ.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mendukung inovasi Unhas yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Dirinya meminta hasil penelitian yang memiliki fungsi problem solving dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat untuk diajukan kepada pemerintah agar dapat dikembangkan lebih lanjut.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan pengetahuan yang dapat diterjemahkan sebagai solusi bagi berbagai persoalan pembangunan daerah. Dirinya menilai, investasi pada inovasi dan sumber daya manusia memiliki nilai jangka panjang yang lebih kuat dibandingkan pembangunan infrastruktur.

“Investasi inovasi jauh lebih kuat dibandingkan infrastruktur yang saya bangun. Anak yang pintar dan cerdas jauh lebih berarti dibandingkan apa yang saya bangun. Karena itu, dalam kondisi efisiensi anggaran, dukungan perlu diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan target, tujuan, dan manfaat yang hendak dicapai,” jelas Andi Sudirman.

Gubernur Sulawesi Selatan juga menekankan pentingnya pilot project sebagai dasar pengembangan inovasi ke skala yang lebih luas. Inovasi yang telah melalui tahap percontohan dan menunjukkan manfaat dinilai memiliki dasar yang lebih kuat untuk memperoleh dukungan pengembangan. Gubernur mendorong agar semakin banyak produk inovasi yang dihasilkan Unhas, untuk menjawab permasalahan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan senilai Rp1,6 miliar untuk Unhas, yang akan dimanfaatkan dalam pembangunan lapangan mini soccer dan lima unit kapal elektrik 1 GT.

Pada momentum ini, Unhas meluncurkan lima program unggulan, yakni UNHAS PRIME, UNHAS Excellent Performance Indicator (EPI), Campus Immigration Point, Satu Data, dan Critical Mineral Institute.

Peluncuran program dan dukungan tersebut memperkuat langkah Unhas memasuki tujuh dekade perjalanan dengan mendorong inovasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....