Tim Peneliti UNM Mengembangkan Teknologi Vending Machnine Kopi
- 07 Sep 2026 17:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penyediaan kopi siap saji di ruang publik selama ini masih bergantung pada layanan berpenjaga atau mesin penjual otomatis yang pengelolaannya dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyulitkan pengelola mengetahui ketersediaan bahan baku, suhu air, maupun kondisi operasional mesin tanpa mendatangi lokasi.
Kondisi itu mendorong tim peneliti Universitas Negeri Makassar mengembangkan prototipe mesin kopi otomatis bernama "Kopi Satset" melalui program Pengembangan Prototipe Vending Machine Kopi Berbasis Teknologi Cerdas untuk Ekosistem Pangan Digital. Program tersebut didanai hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026 melalui skema Hilirisasi Riset Prioritas–Pengujian Model dan Prototipe. Pengusulan dan pengelolaan proposal dilakukan melalui platform BIMA.
Kegiatan ini diketuai Dr. Satria Gunawan Zain, S.Pd., M.T., yang menangani koordinasi riset serta desain dan rancangan sistem vending machine, didampingi Abd. Rahman Patta, S.Kom., M.T., Ph.D. pada supervisi dan validasi pengujian sistem IoT, serta Muhammad Risal, S.Pd., M.Si. pada riset pasar. Di lapangan, tim dibantu sejumlah mahasiswa Program Studi Teknik Komputer: Nursuci Ramadani menangani perancangan dan integrasi PCB sistem IoT, Muh. Akram Marzuki mengerjakan perakitan rangkaian perangkat keras, Andi Muh. Yusran Haris mengembangkan sistem web monitoring, sementara Asyifa Nur Cahya Kamila menangani dokumentasi dan administrasi kegiatan.
Kepada RRI Makassar, Ketua tim, Satria Gunawan Zain, menyebut inti dari prototipe ini adalah konsolidasi seluruh fungsi kendali ke satu mikrokontroler ESP32-S3. Firmware yang dikembangkan menjalankan beberapa proses secara paralel dengan mekanisme multitasking FreeRTOS, mencakup pembacaan sensor, komunikasi dengan antarmuka layar sentuh Nextion, pengelolaan transaksi, hingga penyampaian sinyal kendali ke sistem kontrol mesin.
Hasil pemantauan disajikan pada aplikasi web yang menampilkan status tiap unit mesin, kondisi bahan baku, riwayat transaksi, laporan pendapatan yang dapat diunduh, serta pencatatan pengeluaran operasional. Sistem juga menurunkan peringatan otomatis apabila kondisi mesin melewati ambang yang ditetapkan, dan menandai mesin sebagai tidak aktif apabila berhenti mengirim data melampaui batas waktu tertentu.
Pelanggan dapat menyampaikan keluhan melalui portal publik yang diakses dengan memindai kode QR pada mesin, mengingat mesin dirancang beroperasi tanpa penjaga. Sebagai umpan balik interaksi, mesin dilengkapi sistem notifikasi audio berbasis yang memutar suara sesuai kondisi transaksi yang sedang berlangsung.
Hasil pengembangan periode ini telah dicatatkan sebagai tiga Hak Cipta program komputer pada Direktorat Jenderal Kekayaan. Tim berharap integrasi antara perangkat IoT, sistem pembayaran digital, dan pemantauan berbasis web ini dapat terus dikembangkan, sehingga menjadi solusi penyediaan kopi otomatis yang efisien dan terkelola berbasis data, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor kopi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....