Afiqah Bawa Nama Maros ke OBA-9 Nasional, Ini Kisahnya
- 31 Agt 2026 20:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pengurus Wilayah Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Sulawesi Selatan kembali menggelar Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 sekaligus Workshop Guru Bahasa Arab Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi peserta dari berbagai satuan pendidikan untuk menguji kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Bahasa Arab.
PPM Al-Fityan School Gowa dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab tingkat provinsi yang diikuti 199 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kompetisi berskala nasional yang digelar Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia dengan mengusung tema “Bangga dan Tumbuh Bersama Bahasa Al-Qur’an untuk Indonesia Emas 2045”.
Kompetisi Olimpiade Bahasa Arab berlangsung menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) melalui aplikasi E-Ujian. Para peserta diberikan waktu 60 menit untuk menyelesaikan 75 soal pilihan ganda, sebelum hasil penilaian menentukan peserta terbaik dari masing-masing kategori.
Pada kategori Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri/Swasta, MIS Nahdlatul Ulum Maros kembali menunjukkan kualitasnya. Afiqah Nur Rahmah yang menjadi utusan madrasah tersebut berhasil meraih Juara 1 sekaligus memastikan langkahnya sebagai Grand Finalis Nasional untuk mewakili Kontingen Sulawesi Selatan.
Atas prestasi tersebut, Afiqah berhak memperoleh e-sertifikat dan trofi juara. Ia selanjutnya akan membawa nama Sulawesi Selatan dalam OBA-9 Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 November 2026 di Asrama Haji Jakarta.
Direktur Al-Fityan Cabang Gowa, Muhammad Fauzi Rahman, Lc., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab dan capaian yang diraih para peserta. “Kami berharap kegiatan ini terus memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan pendidikan Bahasa Arab,” ujarnya.
Prestasi Afiqah juga sekaligus meneruskan catatan positif MIS Nahdlatul Ulum Maros dalam Olimpiade Bahasa Arab. Capaian tersebut mengulang keberhasilan Qiara yang sebelumnya meraih prestasi pada OBA-8 di Pesantren Sohwatul Is’ad, sehingga tradisi juara madrasah kembali berlanjut tahun ini.
Kepala MIS Nahdlatul Ulum Maros, Roslaini, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. “Kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi para santri dalam mempertahankan gelar juara di tingkat provinsi,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Senin 31 Agustus 2026.
Keberhasilan Nahdlatul Ulum tidak hanya datang dari kategori peserta didik tingkat dasar. Pada kategori Guru Bahasa Arab, H. Halim Bahri yang merupakan salah satu ustadz pengajar Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Nahdlatul Ulum berhasil meraih Juara Harapan 2, dengan penilaian yang menggunakan standar Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL).
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan yayasan dan pengelola akademik. Kepala Bidang Akademik, Ustadz Ibrahim Kamaruddin, menyampaikan selamat kepada seluruh utusan yang telah berjuang dalam ajang tersebut.
“Selamat atas capaian luar biasa ananda Afiqah Nur Rahmah dan Ustadz H. Halim Bahri. Prestasi ini adalah bukti nyata ketekunan serta keberkahan dalam mengagungkan bahasa Al-Qur’an di lembaga kita,” tuturnya.
Dukungan untuk Afiqah juga datang dari berbagai pihak yang sebelumnya turut mengawal perjalanan kontingen Nahdlatul Ulum pada OBA-8. Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Maros HM. Yusuf Jufri dan Sekretaris Umum Yayasan Masjid Raya H. Irfan Sanusi Baco kembali memberikan motivasi agar perwakilan Sulawesi Selatan mampu tampil maksimal di tingkat nasional.
Keduanya diketahui pernah memberikan dukungan terhadap keberangkatan Qiara menuju OBA tingkat nasional di Jakarta pada tahun sebelumnya. Dukungan tersebut kini kembali diharapkan menjadi penyemangat bagi Afiqah untuk membawa nama baik Sulawesi Selatan dan Kabupaten Maros di panggung nasional.
Keluarga besar MIS Nahdlatul Ulum Maros kini mulai mempersiapkan langkah berikutnya menuju OBA-9 tingkat nasional di Jakarta. Persiapan akademik, dukungan keluarga besar madrasah, serta doa dari seluruh civitas akademika menjadi bekal Afiqah menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....