Seleksi Doktor Ilmu Manajemen Unibos Tekankan Kapasitas Akademik dan Kualitas
- 16 Agt 2026 08:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Bosowa melaksanakan seleksi calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Jumat 14 Agustus 2026. Seleksi diarahkan untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesiapan akademik, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta potensi menghasilkan penelitian yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu.
Ketua Program Studi S3 Ilmu Manajemen Universitas Bosowa, Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., mengatakan proses seleksi tidak hanya mengukur kemampuan peserta melalui ujian, tetapi juga melihat motivasi, penguasaan ilmu, gagasan penelitian, serta kesiapan menjalani pendidikan doktoral.
“Seleksi calon mahasiswa doktor harus mampu melihat kesiapan kandidat secara utuh. Kami tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga motivasi, pemahaman terhadap ilmu dan konsep, integritas, serta kemampuan menghasilkan gagasan penelitian yang memiliki kebaruan dan kontribusi,” ujarnya.
| Baca juga: Unibos dan NCNU Perkuat Kemitraan Akademik |
Seleksi dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, di antaranya Tes TOEFL, Tes Potensi Akademik atau TPA, Tes Kemampuan Bidang, serta wawancara dan penalaran keilmuan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan kemampuan dan kelayakan calon mahasiswa sebelum ditetapkan sebagai mahasiswa doktor.
Dalam proses wawancara, tim seleksi memberikan perhatian terhadap tiga aspek utama, yakni motivasi dan komitmen, pemahaman ilmu dan konsep, serta kepribadian dan integritas. Ketiga aspek tersebut digunakan untuk melihat kesiapan peserta dalam menjalani pendidikan yang menuntut konsistensi riset dan penyelesaian disertasi.
Selain kemampuan akademik, calon mahasiswa juga diminta menunjukkan gagasan penelitian melalui Proposal Rencana Disertasi. Penilaian proposal mencakup kebaruan, kedalaman berpikir, metodologi penelitian, kontribusi dan manfaat, serta sistematika penulisan.
Prof. Chahyono menjelaskan, kebaruan menjadi salah satu aspek penting karena pendidikan doktor dituntut menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu maupun penyelesaian persoalan di masyarakat.
“Pada jenjang doktor, gagasan penelitian harus memiliki kebaruan. Kandidat perlu mampu menjelaskan masalah yang diteliti, menemukan celah penelitian yang kuat, menentukan metodologi yang tepat, serta menunjukkan kontribusi dari hasil penelitian tersebut,” jelasnya.
Proses seleksi melibatkan sejumlah akademisi dan penguji dari Program Pascasarjana Universitas Bosowa, di antaranya Prof. Dr. Andi Muhibuddin, M.P., Prof. Dr. Muhlis Ruslan, S.E., M.Si., Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si., serta Dr. Lukman Setiawan, S.E., M.M., IPU., ASEAN Eng.
Hasil penilaian selanjutnya diakumulasikan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan untuk menentukan tingkat kelayakan calon mahasiswa. Mekanisme tersebut diharapkan membuat proses penerimaan berlangsung objektif dan mampu menjaring kandidat yang memiliki kapasitas akademik serta orientasi riset yang kuat.
Program Studi S3 Ilmu Manajemen Universitas Bosowa berharap mahasiswa yang nantinya diterima tidak hanya mampu menyelesaikan pendidikan doktoral, tetapi juga menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintahan.
Melalui seleksi tersebut, Program Pascasarjana Universitas Bosowa terus mendorong penguatan kualitas pendidikan doktoral dengan menempatkan kapasitas akademik, integritas, dan kualitas gagasan riset sebagai bagian utama dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....