Penyebab Gempa Bumi dan Faktor yang Memengaruhi Kerusakan
- 15 Agt 2026 18:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Gempa bumi merupakan fenomena alam ketika permukaan bumi mengalami getaran akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Getaran tersebut merambat sebagai gelombang seismik dari sumber gempa menuju permukaan dan wilayah di sekitarnya.
Penyebab gempa melansir yang paling sering terjadi usgs.gov adalah pergerakan lempeng tektonik yang menimbulkan tekanan pada batuan dan sesar di kerak bumi. Ketika tekanan tersebut melebihi kekuatan batuan atau gaya gesek pada sesar, batuan dapat bergeser secara tiba-tiba dan melepaskan energi dalam jumlah besar.
Besarnya gempa melansir bmkg.go.id dinyatakan melalui magnitudo yang menggambarkan ukuran energi yang dilepaskan dari sumber gempa, sedangkan tingkat guncangan yang dirasakan masyarakat disebut intensitas. Satu gempa hanya memiliki satu nilai magnitudo, tetapi dapat menghasilkan tingkat intensitas berbeda di setiap lokasi karena dipengaruhi jarak, kedalaman, kondisi tanah, dan karakter gelombang gempa.
Semakin besar magnitudo, semakin besar pula energi yang dilepaskan, tetapi besarnya kerusakan tidak ditentukan oleh magnitudo saja. Gempa yang relatif besar tetapi berpusat jauh atau sangat dalam dapat menghasilkan guncangan lebih ringan di permukaan dibanding gempa yang lebih kecil tetapi dangkal dan dekat dengan permukiman.
Letak pusat gempa menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko yang diterima masyarakat. Gempa dangkal dengan episenter dekat wilayah padat penduduk cenderung menghasilkan guncangan lebih kuat, sementara kondisi tanah lunak dapat memperkuat guncangan dibandingkan wilayah yang berada di atas batuan keras.
Pada gempa dengan guncangan ringan, dampaknya dapat sebatas benda bergoyang atau getaran yang hanya dirasakan sebagian masyarakat, sedangkan guncangan lebih kuat dapat menyebabkan dinding retak, benda jatuh, kerusakan bangunan hingga runtuhnya struktur yang tidak memenuhi ketentuan ketahanan gempa. BMKG menggunakan skala intensitas MMI untuk menggambarkan tingkat guncangan dan dampak yang terjadi di suatu wilayah.
Risiko tidak selalu berhenti ketika guncangan utama berakhir karena gempa dapat diikuti gempa susulan yang menambah kerusakan pada bangunan yang sudah melemah. Gempa yang terjadi di bawah laut juga dapat memicu tsunami dalam kondisi tertentu, sedangkan gempa kuat di wilayah lereng dapat meningkatkan risiko longsor dan pada tanah tertentu dapat memicu likuefaksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....