KKN-T 116 Unhas Bersama BPOM Dorong Legalitas dan Keamanan Pangan UMKM di Bantaeng
- 12 Agt 2026 20:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong peningkatan keamanan pangan dan legalitas usaha bagi pelaku UMKM di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Program ini diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada pelaku usaha pangan olahan maupun pangan siap saji.
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas memberikan pendampingan kepada produsen tempe untuk melengkapi berbagai aspek legalitas dan identitas produk. Pendampingan meliputi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), pembuatan logo dan label produk, hingga pengajuan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dan sertifikasi halal.
Pendampingan serupa juga dilakukan kepada Waroeng Sate sebagai salah satu pelaku usaha pangan siap saji di wilayah tersebut. Fokus kegiatan mencakup penerapan keamanan pangan dalam proses pengolahan dan penyajian, mulai dari kebersihan penjamah pangan, sanitasi tempat usaha, pemilihan dan penyimpanan bahan pangan, hingga pengolahan makanan yang aman.
Selain aspek keamanan pangan, mahasiswa juga membantu Waroeng Sate dalam memenuhi legalitas usaha melalui penerbitan NIB. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk pangan yang dijual.
Mahasiswa bersama mitra BPOM turut melakukan kunjungan lapangan dan memberikan edukasi secara langsung kepada para pelaku usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman UMKM mengenai pentingnya keamanan pangan yang diterapkan secara konsisten dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Salah satu mentor BPOM mengatakan pendampingan dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga memahami keamanan pangan pada setiap tahapan produksi dan penyajian. “Untuk produsen tempe kami membantu dari sisi NIB, KBLI, logo, label, SPP-IRT hingga halal, sementara pada usaha pangan siap saji kami memberikan edukasi terkait penerapan keamanan pangan,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa 12 Agustus 2026.
Program KKN-T 116 Unhas bersama BPOM tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM bahwa keberlangsungan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Pemenuhan legalitas, penerapan higiene dan sanitasi, serta jaminan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Unhas dalam mendukung UMKM agar semakin tertib dan aman dalam menjalankan usahanya. Melalui pendampingan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang dihasilkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....