Sebanyak 150 Peserta Ikuti Uji Kompetensi TLM di Universitas Bosowa
- 09 Agt 2026 19:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Sebanyak 150 peserta dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Uji Kompetensi Peserta Didik Teknologi Laboratorium Medik atau TLM Periode II Tahun 2026 di Ruang Computer Based Test Lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa, Jumat–Sabtu 7–8 Agustus 2026. Uji kompetensi tersebut menjadi tahapan untuk mengukur kesiapan peserta sebelum memasuki dunia profesional sebagai tenaga kesehatan.
Pelaksanaan asesmen diawali briefing peserta secara daring melalui Zoom Meeting yang membahas mekanisme ujian, durasi, tata tertib penggunaan perangkat, administrasi, serta ketentuan teknis. Sementara briefing panitia dan pengawas dilakukan secara luring untuk memastikan kesiapan ruang CBT, perangkat komputer, verifikasi identitas, dan pembagian sesi ujian. Sebanyak 150 peserta dibagi dalam dua sesi, masing-masing 75 peserta. Pembagian dilakukan menyesuaikan kapasitas ruang CBT sekaligus menjaga pelaksanaan ujian tetap tertib dan kondusif sesuai standar asesmen berbasis komputer.
Pelaksanaan ujian melibatkan Nurul Ni’ma Azis, S.ST., M.Kes. dari Politeknik Muhammadiyah Makassar sebagai Pengawas Pusat, dr. Nurliana, M.Biomed. dari Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa sebagai Koordinator CBT Center, serta pengawas lokal dari Universitas Megarezky dan Politeknik Muhammadiyah Makassar.
Pengawas Pusat Nurul Ni’ma Azis menegaskan kepatuhan peserta terhadap tata tertib menjadi bagian penting dalam menjaga integritas asesmen. “Pelaksanaan uji kompetensi ini harus berlangsung secara tertib dan sesuai prosedur. Setiap peserta memiliki hak yang sama untuk mengikuti asesmen dalam suasana yang aman, nyaman, dan objektif,” ujarnya. Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sementara itu, Koordinator CBT Center Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa dr. Nurliana mengatakan kesiapan fasilitas dan sistem menjadi perhatian utama sebelum ujian berlangsung. “Kami memastikan seluruh fasilitas CBT dan aspek teknis telah siap digunakan. Koordinasi antara panitia, pengawas pusat, dan pengawas lokal menjadi bagian penting agar setiap sesi dapat berlangsung tertib,” jelasnya.
Peserta diberikan waktu pengerjaan selama 180 menit dengan sejumlah ketentuan penggunaan perangkat komputer. Peserta tidak diperkenankan membuka tab lain, mengganti URL, meminimalkan browser, atau keluar dari sistem yang telah disiapkan panitia guna menjaga keamanan dan kesetaraan proses asesmen.
Selain ketentuan teknis, peserta juga diwajibkan membawa kartu identitas dan kartu peserta ujian, sementara barang pribadi seperti telepon genggam, tas, buku, dan catatan ditempatkan pada ruang penyimpanan yang disediakan. Pengawas lokal turut memastikan proses verifikasi identitas, pembagian kartu login, pengawasan pengerjaan, hingga administrasi berjalan sesuai prosedur.
Pelaksanaan uji kompetensi dengan melibatkan pengawas dari sejumlah institusi menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam mendukung asesmen tenaga kesehatan. Melalui pelaksanaan yang terstruktur dan objektif, Universitas Bosowa turut berkontribusi dalam mempersiapkan tenaga Teknologi Laboratorium Medik yang kompeten dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....