Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Petani Sidrap Gunakan Bahan Kimia Pertanian

  • 07 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 menggelar edukasi PETANI AMAN (Pendidikan Toksikologi dan Keselamatan Penggunaan Bahan Kimia Pertanian) di Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai penggunaan pupuk dan pestisida secara aman guna mencegah risiko gangguan kesehatan akibat paparan bahan kimia pertanian.

Program kerja ini diikuti oleh 17 petani dan dilaksanakan di salah satu rumah warga Desa Betao Riase. Kegiatan diinisiasi oleh Muhamad Fikri Fahrezi, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, sebagai penanggung jawab program.

Pelaksanaan program didasarkan pada hasil observasi yang menunjukkan sebagian besar masyarakat Desa Betao Riase bekerja sebagai petani. Namun, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat mencampur maupun menyemprot pestisida masih tergolong rendah sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan bahan kimia dalam jangka panjang.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan materi mengenai pengenalan pupuk dan pestisida, jalur masuk bahan kimia ke dalam tubuh, pentingnya penggunaan APD, serta langkah-langkah aman sebelum, saat, dan setelah menggunakan bahan kimia pertanian.

Sebagai bagian dari praktik edukasi, mahasiswa memperagakan penggunaan APD yang benar dengan memanfaatkan perlengkapan sederhana, seperti masker duckbill, sarung tangan kain, topi, baju lengan panjang, celana panjang, dan sepatu bot. Peserta juga menyaksikan video edukasi mengenai penggunaan pestisida yang aman agar lebih memahami penerapan keselamatan kerja di lahan pertanian.

Untuk mendukung perubahan perilaku, tim KKN membagikan masker duckbill, sarung tangan kain, leaflet, dan poster edukasi kepada seluruh peserta. Media tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi petani agar selalu menerapkan perilaku kerja yang aman saat menggunakan pupuk maupun pestisida.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi mengenai penggunaan pestisida, manfaat APD, serta cara melindungi diri dari paparan bahan kimia. Salah seorang warga, Hj. Nana, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru bagi petani di desanya.

"Ini sangat berguna karena pengetahuan dan kesadaran petani di desa ini masih sangat kurang. Sebagian besar petani jarang, bahkan tidak pernah menggunakan masker ketika menyemprot racun," ujar Hj. Nana.

Melalui program PETANI AMAN, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap petani semakin memahami pentingnya penggunaan APD dan menerapkan penggunaan bahan kimia pertanian secara aman. Program ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan lingkungan untuk mewujudkan pertanian yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan sesuai tagline "Petani Terlindungi, Pertanian Berkelanjutan."

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....