Pendekatan One Health Mahasiswa Unhas Menjawab Tantangan Stunting Desa Pesisir

  • 01 Agt 2026 22:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Desa Popo di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, memiliki potensi sumber pangan yang melimpah. Sebagai wilayah pesisir, masyarakatnya memiliki akses terhadap ikan sebagai sumber protein hewani. Namun, kondisi tersebut belum sejalan dengan status gizi anak.

Data awal Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan terdapat 38 kasus stunting atau sekitar 20,54 persen di desa tersebut.

Stunting merupakan persoalan yang dipengaruhi berbagai faktor. Selain kecukupan gizi, kualitas air, sanitasi, penyakit infeksi, serta perilaku hidup bersih turut menentukan proses tumbuh kembang anak. Berangkat dari pemahaman tersebut, mahasiswa HIMAKAHA Unhas mengembangkan Program OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability) sebagai strategi pengendalian faktor risiko stunting berbasis potensi dan karakteristik wilayah pesisir.

Desa Popo dipilih karena memiliki karakter saling terkait. Wilayah ini kaya akan sumber pangan laut yang berpotensi mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Tetapi juga menghadapi tantangan khas desa pesisir, seperti kualitas air dan sanitasi. Kondisi tersebut menjadikan Desa Popo sebagai lokasi yang tepat untuk menerapkan pendekatan One Health, yang memandang kesehatan manusia, lingkungan, dan sumber pangan sebagai satu ekosistem yang saling memengaruhi.

Salah satu fokus perhatian program OCEANS adalah diare pada anak. Penyakit ini dapat mengganggu penyerapan zat gizi sehingga berdampak terhadap pertumbuhan, meskipun anak telah memperoleh asupan makanan bergizi.

Konsep One Health kemudian diterapkan melalui serangkaian intervensi yang saling melengkapi. Pada aspek pangan, tim memanfaatkan ikan nila hasil budidaya bioflok sebagai sumber protein untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Pada aspek kesehatan masyarakat, mahasiswa memperkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi risiko penyakit infeksi. Sementara pada aspek lingkungan, program mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Salah satu implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui Program SIPADIA (Siaga Pencegahan Diare pada Anak) yang dilaksanakan di UPT SD Inpres No. 189 Kanite, Desa Popo. Kegiatan ini mengajak siswa memahami pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini melalui metode belajar yang interaktif dan mudah dipahami.

Selama kegiatan, mahasiswa mengenalkan berbagai kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) menggunakan enam langkah sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Seluruh siswa mempraktikkan setiap tahapan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa untuk memastikan teknik yang dilakukan telah sesuai.

Ketua Tim PPK Ormawa HIMAKAHA Unhas, Rahmat Satrio, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa Kedokteran Hewan dalam program ini berangkat dari keilmuan veteriner yang memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat. "Persoalan stunting dan diare berkaitan dengan keamanan pangan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan manusia yang saling memengaruhi. Melalui pendekatan One Health, kami berkontribusi dalam mendorong keamanan pangan asal hewan, edukasi kesehatan lingkungan, serta kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," jelas Rahmat, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 1 Agustus 2026.

Keberlanjutan program menjadi bagian penting dalam desain OCEANS. "Tim mengembangkan aplikasi GiziTa sebagai sarana pemantauan status gizi yang dapat digunakan masyarakat secara mandiri tanpa harus bergantung pada kehadiran mahasiswa. Selain itu, pelatihan kader Posyandu dilakukan untuk memperkuat kemampuan deteksi dini stunting sehingga pendampingan dapat terus dilaksanakan oleh masyarakat setempat, "tambahnya.

Melalui pendekatan tersebut, Program OCEANS berupaya membangun ekosistem pencegahan stunting yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus menjawab tantangan kesehatan khas wilayah pesisir. Pengalaman di Desa Popo menunjukkan bahwa keberadaan sumber protein hewani merupakan modal penting, tetapi perlu didukung oleh lingkungan yang sehat, perilaku hidup bersih, keamanan pangan, dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal bagi tumbuh kembang anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....