Era Baru Mobil Listrik, BYD Siapkan Pengisian Baterai Secepat Isi Bensin
- 27 Jul 2026 18:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kekhawatiran masyarakat terhadap lamanya waktu pengisian daya mobil listrik diprediksi bakal segera teratasi. Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, tengah menyiapkan teknologi terbaru Flash Charging yang diklaim mampu mengisi baterai kendaraan dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar 9 hingga 10 menit.
Teknologi tersebut digadang-gadang menjadi terobosan besar dalam industri kendaraan listrik karena waktu pengisian dayanya disebut hampir menyamai proses pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
CEO Haka Auto, salah satu dealer resmi BYD di Indonesia, Hariyadi Kaimuddin, mengatakan Flash Charging merupakan teknologi baterai generasi terbaru yang akan menggantikan sistem baterai generasi sebelumnya.
“Baterai generasi pertama akan diganti dengan baterai generasi kedua, yakni Flash Charging,” kata Hariyadi, Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, teknologi tersebut telah resmi diperkenalkan di China dan diyakini mampu mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk Indonesia. “Kita akan menghadirkan Flash Charging. Teknologi ini sudah diluncurkan di China,” ujarnya.
| Baca juga: Tanda HP Sudah Tidak Layak Pakai |
Hariyadi menjelaskan, kehadiran teknologi tersebut nantinya akan membuat proses pengisian daya kendaraan listrik jauh lebih praktis. Bahkan, pengalaman pengisian baterai disebut dapat mendekati kemudahan saat mengisi bahan bakar kendaraan konvensional.
“Ini akan seperti isi bensin dengan sistem drive thru,” katanya.
Dengan teknologi Flash Charging, pengisian daya baterai dari kapasitas 10 persen hingga 97 persen disebut hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga sepuluh menit. “Hanya membutuhkan waktu sembilan hingga sepuluh menit dari kapasitas 10 persen hingga 97 persen,” bebernya.
“Jadi bisa dibilang sama dengan isi bensin mobil konvensional,” lanjutnya.
Teknologi tersebut juga menawarkan kemampuan pengisian daya berkapasitas sangat tinggi, yakni mencapai 1.000 hingga 1.500 kW atau berada di kelas megawatt charging. Dengan kemampuan itu, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen diklaim dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Kehadiran teknologi ini dinilai dapat menjawab salah satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik, yakni waktu pengisian baterai yang selama ini masih lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan berbahan bakar minyak. Sebagai perbandingan, pengisian menggunakan DC Fast Charging konvensional umumnya masih membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengisi daya dari kisaran 10 persen hingga 80 persen.
Durasi tersebut bergantung pada kapasitas baterai kendaraan dan daya keluaran stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU. Hariyadi optimistis, kehadiran teknologi pengisian supercepat tersebut akan semakin meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
“Pasti dengan itu mobil EV akan lebih cepat,” tukasnya.
Ia memastikan teknologi Flash Charging juga akan dibawa masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat. Namun, pihaknya belum mengungkap secara spesifik kapan teknologi tersebut akan resmi diluncurkan dan digunakan di Tanah Air.
“Tentunya dalam waktu dekat akan masuk ke Indonesia,” kata dia.
Meski jadwal peluncuran belum diumumkan, Hariyadi menilai kehadiran Flash Charging dapat menjadi babak baru bagi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. “Kita akan lihat bagaimana nanti ke depannya. Tentu ini akan sangat menarik untuk industri otomotif di Indonesia,” tutupnya.
Sebelumnya, Hariyadi juga mengungkapkan tren kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Ia menyebut sekitar 20 persen penjualan mobil baru kini telah berasal dari segmen kendaraan listrik.
Menurutnya, perkembangan teknologi, harga kendaraan yang semakin kompetitif, serta infrastruktur pengisian daya yang terus bertambah menjadi sejumlah faktor yang mendorong percepatan transisi menuju ekosistem mobilitas listrik di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....