UMI Connection Bangun Budaya Digital untuk Perkuat Transformasi Kampus
- 27 Jul 2026 17:53 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID Makassar — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus melanjutkan transformasi digital melalui program UMI Connection dengan menitikberatkan pada perubahan budaya kerja dan pola pikir sivitas akademika. Langkah ini diyakini menjadi fondasi utama agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, pelayanan, dan tata kelola universitas.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi baru, tetapi juga membangun cara pandang baru dalam menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, perubahan terbesar lahir ketika seluruh insan kampus memiliki pola pikir yang terbuka, kolaboratif, dan siap terus belajar.
"Perubahan terbesar bukan ketika kampus memiliki teknologi yang lebih canggih. Perubahan terbesar terjadi ketika manusianya mulai berpikir lebih terbuka, lebih kolaboratif, lebih bertanggung jawab, dan lebih siap belajar sepanjang hayat. Itulah yang sedang kami bangun di UMI. Kami ingin setiap insan UMI bertumbuh bersama perubahan, bukan sekadar menjadi penonton perubahan," ujar Prof. Hambali, Senin 27 Juli 2026.
Melalui UMI Connection, UMI mulai menerapkan konsep One Data University, mendorong integrasi seluruh unit kerja, serta memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based governance). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, tata kelola yang lebih efektif, dan kolaborasi yang semakin kuat di seluruh lingkungan universitas.
Wakil Rektor II UMI, Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara H.W., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa investasi terbesar dalam transformasi digital bukanlah perangkat teknologi, melainkan perubahan pola pikir seluruh sumber daya manusia di lingkungan kampus.
"UMI Connection mengajarkan bahwa teknologi hanyalah alat. Nilai terbesar tetap berada pada manusianya. Karena itu, sebelum membangun sistem, kami membangun kepercayaan. Sebelum mengintegrasikan data, kami mengintegrasikan cara berpikir. Ketika cara berpikir berubah, teknologi akan menjadi penguat. Ketika cara berpikir tetap lama, teknologi hanya akan menjadi pajangan," jelasnya.
UMI Connection dibangun di atas lima prinsip utama, yakni Think Connected, Work Integrated, Serve Wholeheartedly, Decide with Evidence, dan Grow Together. Kelima prinsip tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh unit kerja sebagai upaya membentuk budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas, sekaligus memperkuat komitmen UMI menjadi perguruan tinggi yang siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....