Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Etnomedisin di Desa Leppangeng

  • 25 Jul 2026 19:43 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan Program SIPAKATAU (Sinergi Pemanfaatan Kearifan Lokal melalui Edukasi Etnomedisin untuk Intervensi Tiga Masalah Kesehatan Prioritas di Desa Leppangeng) di Masjid Al Furqon, Dusun Wala-Wala, Desa Leppangeng, Jumat (24/7/2026). Program ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat tradisional secara aman, tepat, dan berbasis bukti ilmiah.

Program tersebut berfokus pada edukasi pemanfaatan etnomedisin sebagai upaya promotif dan preventif terhadap tiga masalah kesehatan prioritas, yakni hipertensi, batuk, dan demam. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali, mengolah, serta memanfaatkan tanaman obat sesuai prinsip pembuatan simplisia yang baik.

Penanggung jawab kegiatan, Nurzahra Shahid, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Hasanuddin, mengatakan Program SIPAKATAU merupakan bentuk kolaborasi lintas profesi kesehatan dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal.

"Melalui Program SIPAKATAU, kami ingin menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan masyarakat apabila dimanfaatkan secara tepat, aman, dan berbasis bukti ilmiah. Sinergi antara pengetahuan tradisional dan ilmu kesehatan modern diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya," ujar Nurzahra.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep etnomedisin, manfaat tanaman obat sebagai terapi komplementer, serta pentingnya penggunaan obat tradisional yang aman dan bertanggung jawab. Setelah itu, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif untuk berbagi pengalaman dan berdialog mengenai praktik pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.

Program SIPAKATAU melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, yakni Psikologi, Pendidikan Dokter, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Keperawatan, dan Farmasi. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes., selaku Supervisor KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Posko Desa Leppangeng.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Leppangeng semakin memahami pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi komplementer yang aman dan rasional. Program tersebut juga diharapkan dapat melestarikan pengetahuan pengobatan tradisional sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....